[review] Men-sakinah-kan Qalbu dan Men-thuma’ninah-kan Nafs

The Power of Sakinah – Agar Engkau Tenang

Penulis     : Zainul Muttaqin Yusufi
Genre       : Islam/ Akhlak
Penerbit   : Fima Rodheta
Cetakan    : II, Januari 2010
Halaman  : 379 hlm
ISBN         : 978-979-1039-11-6

[maaf sebelumnya cover buku tidak saya temukan setelah browsing di google. berhubung hape saya jadul, saya pun tak kuasa memfoto sang cover buku. he he 🙄 ]

Awalnya saya ragu dengan buku ini karena tampilannya luarnya yang tak sreg dengan mata dan judulnya yang terkesan meniru sebuah frase populer. Dominan warna covernya pun gelap sehingga mengingatkan saya akan koleksi-koleksi di rak yang membahas misteri dari sesuatu. Misteri shalat, misteri kiamat, misteri alam gaib, dan misteri lainnya. Namun terlepas dari bagaimana buku ini terlihat, sudah jelas bahwa konten yang dibahas sangat dekat dengan pembahasan buku-buku tazkiyatun nafs, kategori buku favorit saya. Buku hasil pinjaman berbulan-bulan lalu ini akhirnya teman saya tagih. Review lantas saya buat dan segera mengunggahnya ke Panda Kapiler :mrgreen: Baca lebih lanjut

Iklan

[review] Persahabatan yang Adil dan Beradab

Belajar Bersahabat – Petunjuk Nabi Agar Menjadi Pribadi Menarik dan Menyenangkan

Penulis   : Ahmad Mahmud Faraj, terj.
Genre      : Islam/ Akhlak
Penerbit : Zaman
Cetakan  : I, 2013
Halaman : 208 hlm
ISBN        : 978-979-024-342-2

Mungkin banyak dari kita yang sudah membaca karya-karya perihal pengembangan dirinya Dale Carnegie. Siapa juga yang tak kenal dengan 7 Habits-nya Stephen R. Covey. Teori Jung dan eneagram hapal diluar kepala. Kita pun pandai mengklasifikasi karakter pribadi ke dalam dua kutub besar introvert dan ekstrovert. Adapun 4 model yang sudah sangat akrab yaitu melankolis, pragmatis, koleris, dan sanguinis tak ketinggalan memenuhi kotak pengetahuan di kepala kita. Baca lebih lanjut

[review] Menghindari Turunnya Azab Atas Umat

Rahasia Amar Ma’ruf Nahi Mungkar : Percikan Ihya ‘Ulum A-Din

Penulis   : Imam Al Ghazali, terj. : Muhammad Al Baqir
Genre      : Nonfiksi/ akhlak-tasawuf
Penerbit : Mizan
Cetakan  : I, Desember 2014
Halaman : 225 hlm
ISBN        : 978-602-306819

Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar serta beriman kepada Allah…” (QS Ali ‘Imran : 110).

Allah berfirman, “Aku akan membinasakan 40 ribu diantaranya yang baik-baik, dan 60 ribu diantaranya yang melakukan kejahatan.” Yusya’ bertanya, “Ya Tuhanku, sudah sepatutnya Engkau membinasakan orang-orang yang jahat diantara mereka, tetapi bagaimana dengan yang baik-baik?” Allah menjawab, “Mereka tidak ikut marah bersama kemarahan-Ku, bahkan ikut makan-makan dan minum-minum bersama!” (Hadis Qudsi, diriwayatkan Ibn Abid-Dunya) Baca lebih lanjut

[review] Apa yang Seharusnya Manusia Pikirkan?

Tafakur Sesaat Lebih Baik daripada Ibadah Setahun

Penulis :Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali, penerj. : K.H.R. Abdullah bin Nuh
Genre :Islam/ akhlak dan tasawuf
Penerbit : Mizan
Cetakan : I,April 2015
Halaman : 155 hlm
ISBN : 978-602-0989-36-5

Tafakur itu pada dasarnya adalah menghadirkan dua macam makrifat untuk sampai pada makrifat ketiga. Hasil dari tafakur ialah ilmu pengetahuan, keadaan-hati (hal) dan amal. Ilmu pengetahuan merupakan buah yang utama. Bila ilmu sudah masuk ke hati, berubahlah keadaan hati. Bila hal hati sudah berubah, berubah pula lah amal anggota badan. Jadi, amal itu bergantung pada hal. Sementara hal bergantung pada ilmu, dan ilmu pengetahuan bergantung pada tafakur. Kesimpulannya, tafakur lah yang menjadi prinsip dan kunci segala kebaikan”. (hlm.11)

Buku ini merupakan bagian dari kumpulan tulisan Imam Ghazali yang dinamai Kitab Tafakur, dan merupakan sub bab dari kitab utamanya, Ihya ‘Ulum Al-Din. Seperti judulnya yang sangat catchy, dan sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw, tafakur merupakan aktivitas paling utama dan hanya menusia yang dapat melakukannya. Anjuran untuk bertafakur banyak terdapat dalam Alqur’an. Terma-terma seperti afalaa ta’qilun, ta’qilun, ya’qilun, yatafakkarun, semuanya terulang beberapa kali sehingga sangat penting bagi mukmin untuk merenungi makna dan teknis pelaksanaannya. Baca lebih lanjut

[review] Uzlah vs Bergaul

Judul : Beruzlah atau Bergaul : Mana yang Lebih Utama? : Sebuah Pemahaman Sufistik Tentang Aspek Positif dan Negatif Dalam Beruzlah dan Bercampur Gaul Dengan Masyarakat Luas

Judul asli : Adab Al Uzlah

Penulis : Al Ghazali, penerjemah : Muhammad Al Baqir, penyunting : Tholib Anis

Genre : Nonfiksi/Islam-akhlak dan tasawuf

Penerbit : Penerbit Karisma

Cetakan : I, Juni 1999

Halaman : 106 hlm

ISBN : – Baca lebih lanjut

[review] Pesan Kepada yang Sedang Marah…

Laa Taghdhab : Jangan Marah

Penulis : Dr. Aidh al-Qarni, penerjemah : Fauzi Bahreisy, penyunting : Abu Raihan
Genre     :  Nonfiksi/ Islam
Penerbit :  Al Qalam
Cetakan  : Pertama,  2013
Halaman : 184 hlm
ISBN       :  978-602-7769-08-3

Jangan kagum dengan sifat sabar seseorang sebelum ia marah, juga dengan amanahnya sebelum ia memiliki keinginan. Pasalnya, engkau tidak tahu di sisi mana ia akan jatuh”—Yahya bin Abi Katsir

Marah adalah watak manusia. Setiap makhluk yang memiliki nafsu pasti pernah marah, pemimpin, bangsawan, pembesar agama, tak terkecuali Rasulullah saw sendiri. Marah bukanlah sesuatu yang mesti kita musnahkan sebenarnya, seperti menghendaki kejahatan hilang agar hanya kebaikan yang ada dalam kehidupan. Itu mustahil. Justru, marah adalah bentuk kasih sayang Allah kepada umat Nya, karena tanpa tahu rasa marah manusia tidak bisa merasakan senang. Pun marah merupakan unsur pembela agama, marah dapat menjadi sebab tegaknya agama. Itulah marah dalam arti positif. Rasulullah saw begitu pun para nabi terdahulu akan marah terhadap segala sesuatu yang mengandung kemungkaran dan jauh dari unsur tauhid. Amarah mereka sesungguhnya bukanlah untuk membela kepentingan atau semata-mata memenuhi keinginan diri sendiri, tetapi karena membela agama Allah. Marah yang seperti ini dibenarkan, bahkan dianjurkan. Baca lebih lanjut

[artikel] Tragedi Malam bulan Maret

Hanya ada satu kata untuk menggambarkan suasana pada malam itu : shimattaaaaa . . .!! Saya membeli buku dengan secara kalap dan pada akhirnya saya tidak jadi beli sepatu 😛 karena jatah untuk itu tiba-tiba tergelontorkan ke kasir toko buku. Malam itu saya hanya berniat jalan-jalan saja ke Social Agency, sekalian cari novel-novel ringan teen romance gitu (dalam rangka gerakan cinta novel). Tapi bukan pecinta buku namanya jika ke toko buku hanya untuk cuci mata saja, akhirnya rak yang seharusnya saya hindari justru saya dekati pertama kali memasuki sang toko buku. Yaitu rak buku-buku Islam. Padahal sebelumnya saya sudah merancang skenario untuk langsung menuju lantai atas ke rak novel, but unfortunately, kaki saya penasaran melangkah ke tempat berkumpulnya kitab-kitab, buku-buku klasik dan referensi Islam. Dan, aarrrrghhh!! Ketemu dengan buku Tajul ‘Arus. Kemudian, secara slow motion saya melirik ke bagian rak atasnya, dan Jreng!! Mata saya bertemu dengan Kitab Al Hikam yang sudah menjadi great wishlist saya sejak berbulan-bulan lalu. Dengan gaya menunduk sambil bertumpu pada rak buku (tak lupa garis-garis hitam di belakang sebagai latar), saya pun berpikir untuk melupakan sejenak program “kece-isasi” dengan membeli sepatu baru yang terlihat lebih formal namun tetap trendi ketika digunakan. Lupakan. Buku di depan mata dan saya tak kuasa untuk menahan tidak membawanya pulang ke rumah. Dan pada akhirnya, kalap buku saya kambuh. Baca lebih lanjut