Trigatra Kemerdekaan yang Tak Pernah Hilang Cerita

Seteru 1 Guru

Penulis   : Haris Priyatna, penyunting : Agus Hadiyono
Genre      : Fiksi/ Sejarah
Penerbit  : Qanita
Cetakan   : I, April 2015
Halaman : 260 hlm
ISBN        : 978-602-1637-78-4

Tidaklah wajar melihat negeri ini menjadi sapi perahan. Diberi makan hanya untuk diambil susunya! Bangsa-bangsa asing hilir mudik datang mengangkut hasil bumi kita. Sementara kita tidak diperbolehkan memperbaiki nasib sendiri. Ini suatu kekeliruan yang harus kita luruskan!—hlm 64

Suara Tjokro lantang menyerukan semangat perjuangan yang lantas membuat Soekarno kecil terpukau. Siapakah gerangan lelaki gagah itu? Mengapa ia begitu dihormati oleh banyak orang, begitu pikirnya.  Jalinan takdir pun mempertemukan mereka. Selepas Soekarno lulus dari ELS (sekolah pendidikan dasar setara dengan SD), ia berangkat ke Surabaya untuk menempuh pendidikan di HIS (sekolah lanjutan tingkat menengah) dan tinggal di jalan Peneleh Gang VII. Baca lebih lanjut

Iklan

[review] Sepenggal Babad Persaudaraan dan Martabat

The Rise of Majapahit

Penulis   : Setyo Wardoyo
Genre      : Fiksi/ Historical
Penerbit : Grasindo
Cetakan  : Pertama, 2014
Halaman : 399 hlm
ISBN  : 978-602-251-826-6

“Hancurkan Mongolia!!”

Teriakan lantang Raden Wijaya menjadi api semangat para prajurit untuk mempertahankan kerajaan. “Pilar utama” Majapahit itu tengah menyusun rencana kembali merebut kekuasaan Sri Jayakatwang sekaligus mempertahankan tanah Jawa dari invasi pasukan Mongolia. Peristiwa runtuhnya Singosari dan jatuhnya kekuasaan Tumapel oleh Gelang-Gelang, kerajaan bawahannya, begitu memilukan. Sebagai satu-satunya panglima perang yang tersisa, Raden Wijaya dan beberapa perwiranya meminta suaka politik dari seorang adipati Sumenep (Madura).

Atas sarannya, Raden Wijaya kembali ke Jawa dan berserah kepada Sri Jayakatwang yang telah mendirikan kerajaan di Kediri. Ia menyatakan tunduk dan meminta sebidang tanah di Hutan Tarik yang kelak digunakannya untuk membangun benteng. Suatu hari seorang pekerja dari Madura memakan buah pohon maja dan ternyata rasanya sangat pahit, dan sejak itu Desa Tarik dinamakan Desa Majaphit. Sebuah Desa yang membuat “debut kekuasaan” dengan sang inkubator Raden Wijaya sendiri. Baca lebih lanjut

[review] Pangeran yang Berubah Menjadi Darwis

Sebuah Novel Sufistik : Ibrahim ibn Adham (Sang Pangeran Pengembara Tanpa Alas Kaki)

Penulis    : Ahmad Bahjat, terj. : Zainul Muttaqin Yusufi, peny. : Damhuri Muhammad
Genre       : Fiksi/ Islam
Penerbit   : Zaman
Cetakan    : Pertama, 2012
Halaman   : 164 hlm
ISBN         : 978-979-024-318-7

Kerajaan Tujuh Kota gempar. Sang Pangeran, Ibrahim ibn Adham, berlari meninggalkan istana tanpa alas kaki mengikuti seorang darwis (sufi pengelana) setelah perbincangannya yang mengusik hati di istana malam itu. Pangeran penasaran dengan apa yang dikatakan oleh sang darwis tentang rahasia-rahasia, yang tak disangka darwis itu mengetahui kegundahan hatinya.

Istana lebih semarak pada malam hari dan menguncup menjelang pagi. Pangeran banyak menghabiskan waktu untuk berpesta-pora sampai mabuk sedangkan ia baru akan tidur di pagi hari dan bangun saat matahari akan tenggelam. Namun, merasakan ada kekosongan di hatinya, Pangeran sesekali menampakkan wajah gelisah di tengah-tengah kegembiraan hingga membuat pelayannya ikut heran. Hingga di suatu malam, datanglah seorang darwis bersama anjingnya yang kemudian membuat Pangeran keluar bersamanya. Baca lebih lanjut

[review] Max Havelaar

Max Havelaar

Penulis    :  Maltatuli, penerjemah Ingrid Dwijani Nimpoeno
Genre      :  Fiksi-Historical
Penerbit  : Qanita
Cetakan   : V, Januari 2015
Halaman  : 480 hlm
ISBN        : 978-602-1637-45-6

Begini, saya akan coba mereviw novel sejarah yang selalu membuat saya kesusahan akibat kelemotan saya dalam mencerna ceritanya : Max Havelaar, ditulis oleh Maltatuli alias nama pena Eduard Douwes Dekker pada abad ke-19. Novel yang mengisahkan perjuangan seorang Max Havelaar dalam membela masyarakat pribumi akibat diperas oleh pihak Belanda melalui sistem tanam paksa ini merupakan kisanya sendiri. Dimana ketika itu ia dilantik menjadi Asisten Residen Lebak, Banten. Mengawali tugasnya, iapun dikenalkan kepada Bupati dan Pengawas, Verbrugge. Kemudian menginspeksi wilayah dan berpidato pada masyarakat bahwa kedatangannya untuk memakmurkan para pribumi dan melindunginya dari tindakan penindasan dan kekerasan—yang mungkin terjadi secara terselubung. Baca lebih lanjut

[review] THE CHRONICLES OF GHAZI : The Clash Of Cross And Crescent

Review buku THE CHRONICLES OF GHAZI : The Clash Of Cross And Crescent

Penulis     : Sayf Muhammad Isa dan Felix Y. Siauw
Genre        : Populer/Fiksi Sejarah-ISLAM
Penerbit   : Al Fatih Press
Cetakan    : I November 2014
Halaman  : 363 hlm
ISBN          : 978-602-17997-7-2

Ini dia serial Ghazi ke-2 dengan cover hijaunya yang elegan! Setelah petantang-petenteng dengan buku di tangan di depan teman penimbun buku lain yang kebetulan berkunjung ke kos, ia pun mulai tergoda dengan kelanjutan kisah Ghazi seri pertama yang bukunya sempat ia pinjamkan ke saya. Namun, berhubung ia lebih tertarik dengan novel teranyar Habbiburahman, kami pun sepakat, untuk  kesempatan liburan ini, saya baca Ghazi dulu, dia baca Api Tauhid dulu, nanti gantian. (Kebetulan kedua  buku itu dibeli dalam waktu bersamaan, jadi belum sempat dibaca) Ha ha… tapi senangnya bisa berbagi bacaan 😀 Baca lebih lanjut