Yami Nabe dan Pengadilan Kegelapan

Girl in The Dark

Penulis     : Akiyoshi Rikako terj. Andry Setiawan
Genre        : Fiksi / Thriller – Mystery
Penerbit   : Penerbit Haru
Cetakan    : Keenam, Maret 2016
Halaman  : 289 hlm
ISBN           : 978-602-7742-31-4

“Semakin cantik orangnya, semakin unggul orangnya, semakin busuk pula rahasianya. Bayangkan kepuasan tersendiri saat bisa mencium kebusukannya”—hlm. 227

Kali ini Akiyoshi Rikako bercerita soal misteri kematian sang ketua klub sastra, Siraishi Itsumi, yang ditemukan mati dengan menggenggam setangkai bunga lili di dadanya sehingga seolah tampak seperti sebuah dying massage. Itsumi cantik. Itsumi anggun. Itsumi juga pintar dan disenangi banyak orang serta kharismanya yang kuat membuat ia menjadi sosok idola oleh berbagai kalangan, para lelaki menggilainya sedangkan para perempuan menjadikan ia kiblat kecantikan. Baca lebih lanjut

Iklan

Kisah Berengsek Penulis Platonik

PSEUDONIM

Penulis     : Daniel Mahendra
Genre        : Fiksi / SLice of Life
Penerbit   : Grasindo
Cetakan    : Pertama, Juli 2016
Halaman  : 266 hlm
ISBN           : 978-602-375-596-7

Pesimisme Pra  akan karir menulisnya yang begitu-begitu saja makin menjadi ketika ia dihadapkan pada kondisi keuangan yang kembang kempis. Ia mulai sentimen dengan dunia pernovelan, dunia yang selama ini  ia geluti. Tak ada perubahan dalam kemapanan finansialnya. Begitu saja. Stagnan. Semua royalti itu entah lari kemana. Bisa makan hari ini saja masih untung.

Sementara pesimisme Pra makin mengakar, sahabatnya justru terus mengompori Pra untuk membuat novel.

“…sastra, tetap tumbuh dalam keindahan yang hakiki. Bukan kebetulan nongol lewat ajang penghargaan, cetak ulang berkali-kali, atau riuh sosial media yang narsisme. Karena karya sastra nggak bisa diapresiasi dengan uang, penghargaan, ataupun popularitas”—hlm. 10 Baca lebih lanjut

Selera Pria, Mobil dan Sepotong Kisah Petualangan

TANGAN KELIMA : 1 Mobil, 4 Nama, 5 Misteri

Penulis     : Cristian Armantyo
Genre        : Fiksi / Mystery
Penerbit   : Visimedia
Cetakan    : Pertama, Mei 2013
Halaman  : 366 hlm
ISBN           : 979-065-183-X

“Di dalam keraguan, ada pertimbangan. Di dalam pertimbangan, ada analisis. Di dalam analisis, ada hipotesis. Di dalam hipotesis, ada keyakinan. Tanpa ada keraguan, tak akan ada keyakinan…”

Siapa sangka mobil Merzedes Benz SL Klasik tipe Pagoda dengan warna merah sangar keluaran tahun 60-an yang konon ditaksir para pemburu barang antik itu teronggok begitu saja di garasi rumah almarhum ayah tiri Rantau yang ada di Bandung. Bermaksud bebenah barang sebelum sang rumah terjual, Rantau dan temannya, Daan, malah menemukan sebuah mobil klasik yang masih diragukan siapa pemiliknya. Pasalnya, Mercedes itu adalah barang yang sangat langka sehingga memilikinya berarti menandakan kekayaan siempunya mobil. Ayah tiri Rantau tak sekaya itu untuk mampu memboyong sang mobil dan memarkir cantik tepat di garasi rumahnya. Baca lebih lanjut

Cerita Tentang Pertukaran Jiwa

THE DEAD RETURNS

Penulis     : Akiyoshi Rikako, terj. Andry Setiawan
Genre        : Fiksi / Mystery, Horror
Penerbit   : Penerbit Haru
Cetakan    : Pertama, Agustus 2015
Halaman  : 252 hlm
ISBN           : 978-602-7742-57-4

Suatu malam,
aku didorong jatuh dari tebing.
Untungnya aku selamat.

Namun saat aku membuka mataku
dan menatap cermin
aku tidak lagi memandang diriku
yang biasa-biasa saja.

Tubuhku berganti dengan sosok pemuda tampan
yang tadinya hendak menolongku
Dengan tubuh baruku,
Aku bertekad mencari pembunuhku.

Tersangkanya, teman sekelas.
Total, 35 orang.
Salah satunya adalah pembunuhku.

Seperti yang ada dalam blurb, wacana inti dalam novel ini adalah adanya transfer jiwa. Adanya perpindahan jiwa antara 2 tokoh utama tersebut lah yang menggerakkan cerita.

Novel tipis ini sangat menarik (perhatian) karena tema yang dieksplorasi penulis merupakan sesuatu yang “menembus batas” rasional. Dan tentu saja didukung oleh kover yang “ganteng” sekaligus eye catchy, membuat novel ini bak memenangkan pertarungan pertama dalam industri pasar fiksi :mrgreen: Baca lebih lanjut

PUISI YANG ISENG

Suara-Suara yang Terpinggirkan : Antologi Puisi Mbeling

Oleh        : Kelompok Studi Sastra Bianglala Semarang
Genre     : Fiksi / Antologi Puisi
Editor     : Heru Emka
Cetakan  : Pertama, Mei 2012
Halaman  : 364 hlm
ISBN        : 978-979-94555-88

 

Puisi yang nyleneh, lugu, iseng nakal, nan penuh luapan napsu (?) memang tak pernah habis menyita perhatian. Diantara sebagian kita ada yang tetap bertahan pada estetik puisi yang rumit dengan bahasa eksklusif dan pemilihan yang pelik sehingga hasilnya dianggap sebagai adikarya yang canggih—sebagaimana ungkap Heru Emka dalam esai pembuka buku ini—namun di belantara puisi yang lain, ada kita yang menikmati kepolosan dan kespontanan sebuah kata yang digoreskan tanpa naluri puitik—melainkan naluri keisengan belaka. Disanalah nuansa komikal-kelakar puisi tereksplorasi tanpa malu-malu. Penikmatnya mungkin orang yang tak tahu malu :mrgreen:

Saya penikmat puisi mbeling. Buku ini sangat saya banget. Mengingat saya tidak suka puisi karena seperti melihat kucing dalam karung, akhirnya saya tidak pernah punya pengalaman rasa dengannya. Atau setidaknya bercumbu sebentar dengannya. Saya bosan. Puisi membuat saya kesal karena tak mendapat informasi yang diperlukan. Saya tidak menemukan kepuasan batin karena belum tepat menangkap pesan penyair. Itu merepotkan kalau disaat yang sama juga harus melakukan hermeneutika tatkala menikmati sebait puisi.

Tapi, puisi mbeling membuat saya bahagia. Buku ini membuat saya bahagia. Antologi puisi mbeling besutan kelompok studi sastra bianglala Semarang ini membuat saya bahagia *OK Stop sangat cocok untuk para pembaca yang sudah bosan dengan wajah elit puisi yang tak bisa digapai dengan mudah  oleh pikiran-pikiran anti-mainstream sebagian kita.

Buku ini memuat banyak sekali puisi mbeling—lebih dari 100 judul!—dari banyak pegiat sastra. Puisi mbeling adalah model puisi kontemporer yang sudah tak terikat oleh aturan pepuisian yang pernah berlaku. Rima, bait, diksi, kelindan kata, semuanya ditabrak oleh spontanitas kreatif. Tapi, karya mbeling tak kehilangan nilai estetik. Justru kehadirannya yang dirasa sebagai “the others” ini memberi semacam ruang guyon yang renyah nan aktual.

Ini salah satu puisi mbeling dalam antologi ini yang membuat saya hampir membanting buku :

JURU SITA SIAP UNTUK MEROBOHKAN RUMAH DAN BANGUNAN SEKELILINGNYA, RAGA DAN JIWA. DI AREAL INI AKAN DIJADIKAN KOMPLEKS YANG MEGAH DAN MEWAH.
?

Karya : Adri Darmaji Woko, 2011

Dan masih banyak lagi karya-karya yang nyleneh dalam antologi ini. Pembaca akan diajak ke dalam nuansa puisi yang sama sekali baru. Penuh kesegaran, kelakar, satire, hingga sensualitas dalam berbagai tingkatan.  Puisi ini menimbulkan keringat panas, keringat dingin, dan jenis-jenis keringat lain secara estafet. Di satu sisi pembaca dapat cekakak-cekikik menikmati karya yang ada. Namun, di saat yang sama dapat pula terasa ketagangan karena nuansa horor puisi yang tercetuskan. Atau mungkin pembaca juga merasakan hal yang sama seperti saya ingin membanting sang buku.

Akhir kata, mengikutip ungkapan Heru Emka dalam esai pembukanya ;
Suara-Suara yang Terpinggirkan sengaja saya pilih sebagai judul antologi ini, sebagai penanda, bahwa apa pun yang hendak disampaikan oleh puisi ini, mereka sudah terlanjur dipandang sebagai puisi marjinal, dan sampai kapan pun tak bakal tertampung di media massa. Tapi bukankah wilayah luas dunia maya membuat kita kini dengan mudah menciptakan media kita sendiri?

Kendati model puisi mbeling tak terlalu beken dan cenderung dicap sebagai karya “para pemberontak”, namun toh dia tetap ada. Seadanya saya dan model-model seperti saya yang lain.

Pembaca dan pembaca puisi, tak ada salahnya menikmati salah satu sajian iseng yang terhimpun dalam antologi puisi mbeling ini. Tenang saja, meski terpinggirkan, Anda tetap ganteng—seburuk apapun cermin memantulkan realita.

Selamat berkelakar !

gambar : palestina-bila.blogspot.com

My Review : sebuah hikayat

Buku ini saya pinjam dari Perpustakaan Daerah. Awalnya cuma iseng aja mejeng di rak sastra, ehh tak tahunya mata ini menangkap cover buku yang unik dengan coretan ala doodle-nya. Dan ternyata itu adalah antologi puisi. Setelah dibuka dan diraba-raba, puisinya asyik-asyik. Mbeling sih. Saya kan suka yang nyleneh. Walhasil, dibawalah buku ini ke konter peminjaman dan dibantai dalam satu hari saja hingga terbit review arsurd ini moa ha ha :mrgreen:

Catatan : itu cover jadul, saya gak punya kamera dan gak berniat pinjem smartphone orang, jadi no newest cover untuk review kali ini 😛 Kedua, itu ISBN bisa benar-bisa salah. Pasalnya, bagian belakang bawah buku tempat pencantuman iSBN tertutup kertas kode bacaan :mrgreen:

Ceritanya sih diikutkan dalam :

pbbp

Tawuran dan Fase Kedewasaan

Halo, Tifa

Penulis    : Ayu Welirang
Genre      : Fiksi YA/ Slice of Life
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan   : 2016
Halaman  : 256 hlm
ISBN        : 978-602-03-2510-1

Siapa tak kenal tawuran anak sekolah? Sebuah kegiatan tim yang sudah menjadi representasi sekolah kejuruan atau sekolah teknik—yang memang doidominasi siswa laki-laki. Tawuran yang banyak orang anggap sebagai fase remaja menuju kedewasaan sebagaimana wabah kegalauan adalah wacana menarik untuk dikisahkan. Pun dalam novel karya Ayu Welirang ini. Mengangkat salah satu dari sekian cerita dan motif-motif tawuran ala anak SMK atau STM, dipadukan dengan bumbu romantis—yang menurut saya menarik sekali untuk dikembangka dalam lain buku—dan yang paling kentara adalah pertautannya dengan sebuah proses pendewasaan seseorang. Baca lebih lanjut

Second Heart

Second Heart

Penulis : LunaTorashyngu
Genre : Fiksi/ thriller- politik
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama, Januari 2016
Halaman : 352 hlm
ISBN : 978-602-03-2331-2

SMAN 132 dimana Tiara, anak dari presiden Hediyono, presiden RI, bersekolah diserbu para kelompok separatis bernama Neo Indonesian State (NIS). Sebuah organisasi yang bertujuan menggulingkan pemerintah dan menggantinya dengan bentuk pemerintahan idealnya. Tragedi penculikan 6 bulan lalu yang mulai terlupakan di kepala Tiara kembali terkilas. Andra alias Aster, pengawal pribadi Tiara sayangnya sedang sakit saat penyanderaan itu terjadi sehingga setelah bersaha bersembunyi dan mencoba kabur, Tiara akhirnya tertangkap dan digiring ke sebuah ruangan untuk dijadikan sandera. Baca lebih lanjut