Hansei Membaca 2016

Kacaritakeun

Satu tahun saya adalah 10 bulan, karena baru punya bacaan baru setelah bulan Maret. Entah kenapa waktu itu saya kuat banget tidak segera beli buku di penghujung tahun 2015 buat stok liburan akhir tahun. Dan bisa-bisanya saya sampai molor 2 bulan lebih untuk mengupgrade bacaan baru. Berikut daftar bacaan saya yang tak rakus-rakus amat.

Bacaan selama setahun, mulai dari Maret : 98% novel

Read shelf yang diposting reviewnya :

  1. Seteru Satu Guru – Haris Priyatna
  2. Habluminannas : 100 Langkah dalam Hubungan Sosial – Dr. ‘Ali al Hammadi
  3. Seruak – Vinca Callista (buku Secret Santa kemaren)
  4. Kun Fayakun Laa Takun – Irfan L. Sarhandi (pinjem perpustakaan)
  5. Second Heart – Luna Torashyngu
  6. Halo, Tifa! – Ayu Welirang
  7. Suara-suara yang terpinggirkan – Kelompok Studi Sastra Bianglala Semarang (random pick dari perpustakaan)
  8. The Dead Returns – Akiyoshi Rikako
  9. Tangan Kelima – Cristian Armantyo
  10. Pseudonim – Daniel Mahendra
  11. Girl in the Dark – Akiyoshi Rikako
  12. Seaside – Zee
  13. Badut Oyen – Gramedia Writing Project
  14. Holy Mother – Akiyoshi Rikako
  15. Unwind – Neal Shusterman
  16. Animal Farm – George Orwell
  17. Ink Magic – Ninna Rosmina (buku dapet GA)

Read shelf yang tidak di posting reviewnya {akibat males *gampared} :

  1. Puya ke Puya – Faisal Oddang
  2. Alias – Ruwi Meita
  3. After School Horror – Carberus Plouton
  4. Hades : Sebuah Novel Sang Autis – Deasylawati P. (ini novel keren banget! Beda dengan yang lain deh. Dark-nya ngena, dramanya ngena, misterinya ngena, dan charanya membuat saya sangat-sangat-sangat simpati)
  5. Balada Gimpul – Langit Kresna Hariadi (ini novel ter-brengsek yang pernah saya baca, but l  truely LOVE it)
  6. A untuk Amanda – Annisa Ihsani (ini dibeli karena tergoda review Mbak Wardah dan kebetulan waktu itu ngerasa punya mental illness *meh)
  7. Spammer – Ronny Mailindra
  8. Jakarta Sebelum Pagi – Ziggy (ini dibeli karena tergoda review Mbak Luckty)
  9. Sang Penakluk Kutukan – Arul Chandrana (ini dibeli karena tergoda review Bang Ridho)
  10. Cerpen Pilihan Kompas 2015 – Penerbit Kompas
  11. Adam 31 Meter : Mencari Tanda Tangan Tuhan dan Ayat-Ayat Emas Evolusi dalam Alqur’an – Bambang Tri
  12. Gado-Gado Kredo : 101 Puisi Humor – Herry Gendut Janarto (ini dibeli karena pernah tergoda Antologi Mbeling nya Kelompok Studi Sastra Bianglala yang pernah dipinjam kapan hari)
  13. Rekonstruksi Sejarah Alqur’an – Taufik Adnan Amal (ini dibeli karena tergoda rekomend dosen)
  14. Manga Bakuman vol. 15 dan 16 – Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata  (beli khusus volume yang ada Nanamine-nya. Padahal udah nonton tamat versi anime yang 3 season itu beberapa tahun lalu waktu awal kuliah. Aaak, Nanamine daisuki 😍 )
  15. Komik Ta’aruf – Esa Yuandana
  16. Komik Kartun Ngampus Semester Akhir – Shiro Ngampus (ini dibeli pas saya lagi greget menyelesaikan revisi skripsi, ugh!)
  17. Manga-manga one shot lain yang entah apa judulna lupa lagi he he :mrgreen:
  18. Saat Menuai Kejahatan : Sebuah Pendekatan Sosiokultural, Kriminologi, Hukum, dan HAM – Yesmil Anwar (dibeli karena memang ngefans sama Yesmil Anwar)
  19. Referensi-referensi published buat skripsi masuk gak yak?  :mrgreen:
  20. Kimi no Na Wa, Re:Zero, Joker Game… (oeeyy ini anime, salah kamar!)

Challenge dan Event : ZERO

Duh! Ini pembahasan yang membuat saya harus memakai kresek untuk menutupi muka. Malu banget! Dari sekian banner dan tag Reading Challenge yang saya pasang di blog, nyatanya saya tak bisa konsisten mengikuti setiap tahapnya.

Ada Baca dan Posting Bareng BBI 2016, ada Goodreads Reading Challenge 2016, ada Baca Buku Perpustakaan 2016, dan terakhir ada Islamic Translated Book Reading Challenge 2016. Untuk ukuran blogger buku, 3 challenge plus 1 event diatas adalah normal. Tapi-tapi. Normal tidak pernah 100% (katakanlah hanya mencakup 98%). Mungkin saya termasuk golongan persen terkecil (2%) dari blogger-blogger buku normal yang kurang normal. Ahh…agaknya saya butuh psikoterapis untuk melakukan asesmen anxiety disorder ini. *telolet

Ini memang menyebalkan. Bukan saja penyelenggara event atau challenge yang sebal karena anggotanya tidak konsisten, saya pun sebal sendiri, kenapa kok tidak bisa go for through sampai akhir challenge atau event tersebut. *jeduk-jeduk kepala ke tembok

The Bacot :

Ini sangkalan yang terkesan aksiomatis, tapi untuk seseorang yang tengah bergulat dengan Titan (?) di panggung Attack on Skripsi, alasan tersebut memanglah seringkali membuat orang mengurut dada, maklum atas semua kesalahan yang dilakukan si orang tersebut. Melawan Titan (?) memang menguras segala asa dan dompet (menguras pikiran? Oh…pikiran saya dari dulu mah memang dangkal—bukan filosof). Yahh…saya tak bermaksud meminta kemakluman karena manusia selalu punya pilihan. Ini sekedar formalitas saja; menyampaikan alasan dengan baik-baik—dan dibuat baik agar terkesan baik. Setidaknya alasan baik bisa diterima.

Re:commit : BUSHI(do)

Saya tak tahu harus bilang apa. Untuk memulai komitmen lagi, rasanya cuma akan melukiskan kata berawal huruf w dan berakhir dengan huruf i (11 kata, apa hayoo? Kata lainnya ingkar janji dalam istilah hukum… hm? hm?) di penghung event atau challenge. Jadi, saya bisanya cuma memakai tagline BUSHI saja di setiap itu yang akan saya totalitas di dalamnya.

Misalnya nih, kemarin kena serangan skripsi. Ya, saya tulis di whiteboard Angry Bird saya itu dengan frasa SkripsiBUSHI sebagai done list of the day. Begitu pun ketika punya tumpukan buku yang hendak dibaca dan di review, saya biasa tulis dengan BlogBUSHI.

Itu sekedar rencana re:commit saya tidak di tahun 2017. Lebih BUSHI dari Bushi-Bushi sebelumnya. Simpel. Dan sesuai karakter ISTJ (Introverted, Sensing, Thinking, Judging) saya, maka finish what Ive done saya jadikan slogan dalam melakukan Bushi.

Wishlist 2017 : depend

Banyak deh. Gak pasti juga. Ada di wishlist tapi yang kebeli mah yang di luar wishlist. Yang jelas, tahun 2017 nanti saya ingin mencoba berbagai genre bacaan untuk kelompok fiksi dan mencoba fokus di buku-buku fikih praktis untuk kelompok nonfiksi.

OK, sekian laporan membaca saya. Moga di tahun 2017 lebih banyak lagi buku yang saya bantai dan tentunya bermanfaat ntuk semua 😀

Lain majah ngamumunyah tapak, bet ku keyeng mah tangtu pareng…*sebenarnya peribahasa mix Sunda ini gak terlalu nyambung

Meski postingan ini sangat telat (tadinya sih mau post pas pada waktu pergantian tahun, tapi apa guna kuota internet habis, hiks, dan yeah, saya di rumah, di sini tidak ada warnet) but,

yeah, happy new year 2017 readers (^_^)/ *rebut saksofon Jingunji Ren buat dijadiin trompet tahun baru agar terkesan musikal

Iklan

6 thoughts on “Hansei Membaca 2016

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s