OBSESI SEORANG IBU

HOLY MOTHER

Penulis    : Akiyoshi Rikako, terj. Andry Setiawan
Genre       : Fiksi / Thriller – Mystery
Penerbit  : Penerbit Haru
Cetakan   : Pertama, Agustus  2016
Halaman : 284 hlm
ISBN           : 978-602-7742-96-3

“Memangnya penjahat seksual butuh hak asasi?…Kejahatan seksual itu membunuh jiwa, tahu? Sudah melakukan hal tercela, apanya yang kembali ke masyarakat?…”—hlm. 71

Kali ini, misteri yang ditawarkan Akiyoshi dikisahkan melalui seorang Ibu obsesif yang sangat menyayangi anaknya. Tidak seperti dua novel sebelumnya yang memilih berpusat pada school life, Holy mother bercerita tentang kehidupan seorang ibu rumah tangga yang mati-matian berusaha melindungi anaknya dari berbagai ancaman. Tergambar jelas pada cover, ilustrasi seorang ibu yang mendekap anaknya dengan tatapan memicing menyiratkan obsesi sang ibu untuk menjaga anaknya dan bakal melakukan segala cara untuk mencegah hal-hal buruk terjadi pada anaknya.

Honami dan perasaan seorang Ibu.

Di putaran pertama, Honami diceritakan sebagai seorang Ibu paruh baya yang susah sekali mendapatkan seorang anak. Dia harus menjalani perawatan kemandulan yang menghabiskan banyak biaya, waktu, tenaga, dan harapan. Tapi, setelah semua usahanya yang mebebankan itu akhirnya sebuah keajaiban terjadi, Honami akhirnya mengandung dan terlahir lah seorang anak perempuan. Di tengah maraknya kasus pembunuhan seorang anak laki-laki yang diduga korban pelecehan seksual, Honami sangat mengkhawatirkan puteri kecilnya. Dia pun mengikuti perkembangan kasus penyelidikan kepolisian dan beberapa kali menelpon Sakaguchi untuk memastikan langkah penangkapan pelaku pembunuhan yang masih berkeliaran itu. Honami menganggap tindakan polisi lamban dan terlalu menyepelekan kasus. Bahkan ia tidak percaya bahwa Tateshima Hideki yang dianggap sebagai tersangka kasus ini masih dibiarkan lolos karena kekuatan alibinya. Honami pun bertekad untuk melindungi puteri satu-satunya dengan caranya sendiri.

Penyelidikan Kasus Pembunuhan Anak Kota Aiide.

Di putaran kedua, cerita bergulir pada perkembangan penyelidikan kasus pembunuhan Yukio chan. Sakaguchi dan Tanizaki yang menangani kasus pembunuhan di kota Aiide ini. Mereka bekerja sama dengan kepolisian daerah dan menyisir TKP lalu menanyai beberapa orang yang tinggal di sekitar tempat penemuan mayat, termasuk menanyai orang tua Yukio chan.
Banyak percakapan-percakapan segar antara Sakaguchi si pria tua dan Tanizaki si gadis muda nan cantik dari Departemen 2. Sakaguchi menganggap bahwa pasangan penyidik wanita sangat merepotkan. Selain berbeda generasi, wanita juga harus selalu dilindungi sehingga ia berusaha sekuat mungkin menganggap Tanizaki sebagai laki-laki. Ini akibat Sakaguchi tidak ingin kejadian di masa lalu terulang kembali. Tapi Tanizaki selalu memiliki jawaban-jawaban jitu yang membuat Sakaguchi bungkam dan berakhir dengan geraman maklum sambil mengelus-elus kepala.

“Begini ya, Sakaguchi san, wanita pun punya kelebihannya sendiri, lho. Tugas Anda adalah memanfaatkannya…. Apalagi dalam penyelidikan tanya-jawab, orang tidak akan terlalu berprasangka buruk kalau yang menanyai mereka seorang wanita…”—hlm 68 (Tanizaki).

Makoto dan rahasia yang ia simpan.

Sementara pada putaran ketiga, cerita berpusat pada Tanaka Makoto. Seorang siswa kelas 2 SMA 1 Aiide yang aktif di klub kendo dan mengajarkannya pada anak-anak kecil di Balai Kota. Selain itu Makoto pun bekerja paruh waktu di salah satu supermarket, sehari-harinya cukup sibuk. Makoto digambarkan seseorang dengan paras rupawan, pintar, tinggi, berkarisma pemimpin dan penyuka anak-anak (makanya dia mau mengajar di Balai Kota). Watanuki—teman klub kendo—dan beberapa teman di kelasnya selalu menjadikan Makoto sebagai pemimpin karena selalu bisa diandalkan. Bahkan banyak juga murid lain yang menyatakan cinta pada Makoto. Namun sikap Makoto yang dingin dan masa bodoh dengan hal cinta membuat Makoto jadi dibenci oleh orang-orang yang tadinya menyatakan cinta padanya.

“Menyebalkan. Bagaimana bisa dia menyatakan suka, padahal bicara sekali pun belum pernah? Dasar bodoh” –hlm. 38 (Makoto).

Di hampir pertengahan cerita, Akiyoshi perlahan-lahan menjelaskan bahwa pembunuhan dilakukan oleh Makoto. Cara-cara membunuh dan kepintaran Makoto dalam menghilangkan jejak dipaparkan secara detail membuat pembaca tersedot perhatiannya pada sosok Makoto. Meski sang pelaku pembunuhan telah diketahui sejak awal, masih ada misteri lain yang melingkupi cerita seperti asal-usul sikap Honami dan bagaimana akhirnya Sakaguchi dan Tanizaki menemukan pelaku pembunuhan yang sebenarnya (sebelumnya polisi mencurigai Tateshima Hideki). Selain itu, motif pembunuhan Makoto pun menjadi misteri yang tak kalah penting dalam kesatuan plot cerita. Meski pada akhirnya cerita kembali berfokus pada Honami, putaran Makoto dan putaran Sakaguchi dan Tanizaki seolah menjadi segmen cerita yang melengkap di penghujung kisah.

Novel dewasa.

Sebagaimana labelnya dalam cover belakang buku, Holy Mother merupakan novel dewasa dengan konten seksual dan kekerasan. Akiyoshi sendiri memilih kasus pembunuhan bermotif pelecehan seksual yang pelakunya diduga pengidap pedofilia. Maka dari itu, diantara deskripsi maupun dialog para tokoh mengandung konten yang perlu disikapi dengan bijak pembacaannya.

“Sebuah kasus disebut kasus pemerkosaan jika alat kelamin pria memasuki alat kelamin wanita. Artinya, saat yang ada di antara kedua kaki korban bukan alat kelamin wanita, seorang pria tidak akan bisa menjadi korban kekerasan. Berarti tidak berlaku kasus pemerkosaan. Tidakkah Anda pikir ini omong kosong?”—hlm. 77 (Tanizaki).

Beberapa deskripsi maupun dialog berkonten dewasa lain bertebaran dalam cerita ini. Cukup mengentak memang bagi yang tidak biasa membaca novel dewasa. *saya salah satunya :mrgreen:

Akhir.

Sebagaimana novel misteri pada umumnya, kelindan kusut yang terjalin di awal cerita menemukan titik terangnya pada penghujung halaman. Misteri yang selama ini Akiyoshi sembunyikan diantara pengisahan 3 putarannya (Honami, Sakaguchi dan Tanizaki, dan Makoto) itu bertemu di penghujung kisah. Meski kelihatan cukup memusingkan membuat reasoning plot Holy Mother setelah membaca keseluruhan novel, tapi deskripsi ringan dan penuturan ilmiah yang sederhana membuat pembaca mudah memahami apa konten yang sedang dibicarakan dan kemungkinan visual apa yang tergambar oleh benak pembaca.

Holy Mother cocok untuk pembaca yang sedang mencoba memasuki dunia misteri ❤

Iklan

3 thoughts on “OBSESI SEORANG IBU

  1. Suhaimi 👦🎸 berkata:

    bisa ngak kamu masuk ke post wordpress sy dan tanyakan 1 persoalan tentang konseling di komentarnya.. contoh soal ( ada ngak cara lain untuk selesaikan kasus tersebut? ) 😊

    please sbb sy lg kumpul komentar untuk nilai final sy.. 🙏

    Suka

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s