Badut dan Sebuah Teror

BADUT OYEN

Penulis   : Marisa Jaya, Dwi Ratih Ramadhany, dan Rizky Noviyanti, editor  : Anastasia Aemilia
Genre       : Fiksi / Thriller – Horor
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan   : April, 2014
Halaman : 244 hlm
ISBN          : 978-602-03-0349-9

Oyen, si badut kampung, ditemkan mati gantung diri di kamarnya. Tak seorang pun percaya pria sebaik Oyen bisa seputus asa itu hingga mengakhiri nyawanya sendiri. Pihak kepolisian berusaha mengusut kasusnya dan menemukan banyak keganjilan dalam kematian pria itu. tetapi, ketika tersangka yang dicurigai polisi ditemukan mati mengenaskan, kasus kematian Oyen kembali tak terpecahkan. Kampung mereka diteror oleh kedatangan hantu badut yang menghampiri anak-anak, bahkan mulai meminta korban. Apa yang sebenarnya terjadi?

Novel yang ditulis secara keroyokan ini merupakan salah satu penulis pemenang Gramedia Writing Project tahun 2013. Adalah Marisa Jaya, Dwi Ratih Ramadhany, dan Rizky Novianty yang meramu novel horor Badut Oyen ini menjadi kisah yang mengerikan. Dalam banyak adegan terdapat ketegangan yang bakal membuat pembaca merasa diteror. Bahkan setting perkampungan yang sepi dari budaya perkotaan menambah nilai kengerian kisah ini. Dibalut dengan misteri kematian Oyen, warga kampung sepenuhnya percaya bahwa penyelesaian semacam ini dibutuhkan seorang dukun,  Mbah Engkuh, yang akan memandu arwah Oyen kembali tenang dan tidak meneror warga kampung. Meski beberapa diantaranya ada yang tidak setuju dengan metode ini.

“…Cenayang itu kan orang yang punya kelebihan yang sengaja Tuhan berikan untuk menolong orang yang membutuhkan, berarti tidak ada salahnya kita menggunakan jasa cenayang.”—hlm 105.

Rangkaian ketegangan demi ketegangan tercipta seiring “pengusiran” arwah Oyen. Tak ada warga kampung yang mau melintas di depan rumahnya. Bahkan siang hari pun tampak sepi. Teror Badut Oyen sudah membuat aktivitas warga terbatasi. Selepas maghrib warga sudah menutup rapat semua rumahnya, tak membiarkan anak-anak berkeliaran di luar maupun orang dewasa berjalan-jalan sendiri.

Namun hal itu tak berpengaruh bagi Suparni, sahabat setia Oyen. Bahkan setelah semua teror yang  melanda kampung Suparni tetap berani masuk ke rumah Oyen, mengenang semua kenangan manis bersamanya. Di saat suka maupun duka, Oyen dan Suparni tak terpisahkan. Ia percaya bahwa arwah Oyen tak mungkin berbuat hal jahat karena ia tahu betul bagaimana sifat dan kepribadian Oyen saat masih hidup. Selalu berbuat baik dan mendahulukan kepentingan orang lain melebihi kepentingannya sendiri. Oyen yang begitu sabar menjalani kehidupan mana mungkin melakukan teror sampai menjatuhkan korban? Pasti ada satu selubung misteri yang belum terhubung dengan semua kejadian, membuat warga kampung kehilangan akal bagaimana mengatasi kasus teror ini.

Novel setebal 244 halaman ini sukses membuat saya ketakutan. Pemilihan tema “badut” dan “misteri kematian” menjadi pengiring yang bagus untuk menciptakan atmosfer mencekam. Saya termasuk orang yang takut dengan badut, jadi sejak awal saya sudah merasakan ada tarikan “menuju kegelapan” sejak membuka halaman pertama.  Seringai lebar dengan lipstik merah yang ikonik itu secara refleks memacu pikiran memvisualkan wajah psikopatik Joker.

Penggunaan cover siluet badut menggenggam kapak berdarah cukup catchy. Coba saja kalau bukan dalam bentuk siluet melainkan menampilkan sosok wajah sang badut dengan seringai Jokernya, pastilah nilai horornya bertambah lagi. Apalagikalau  background covernya berwarna gelap. Seolah mirip dengan adegan penampakan aslinya.

Untuk ukuran novel misteri dengan kasus pembunuhan, sebenanrya cukup mudah menebak siapa pelaku di balik teror itu. Apakah benar-benar seperti dugaan waga kampung bawa arwah Oyen lah pelakunya atau memang ada pelaku lain yang menggunakan kesempatan kasus teror untuk berbuat “huru-hara”. Tapi, sepertinya penulis lebih menekankah aura mencekam kisahnya. Membaca setiap lembar dan setiap kisah mengerikan yang dialami warga membuat pembaca seolah ikut merasakan teror. Dan pada akhirnya, sebagaimana novel misteri lain, sang pelaku teror terungkap. Namun, jangan salah sangka. Ending dari kisah ini sangat menarik. Coba saja baca sampai tuntas dan rasakan setiap kengeriannya :mrgreen:

[cover  : goodreads.com]

Iklan

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s