Yami Nabe dan Pengadilan Kegelapan

Girl in The Dark

Penulis     : Akiyoshi Rikako terj. Andry Setiawan
Genre        : Fiksi / Thriller – Mystery
Penerbit   : Penerbit Haru
Cetakan    : Keenam, Maret 2016
Halaman  : 289 hlm
ISBN           : 978-602-7742-31-4

“Semakin cantik orangnya, semakin unggul orangnya, semakin busuk pula rahasianya. Bayangkan kepuasan tersendiri saat bisa mencium kebusukannya”—hlm. 227

Kali ini Akiyoshi Rikako bercerita soal misteri kematian sang ketua klub sastra, Siraishi Itsumi, yang ditemukan mati dengan menggenggam setangkai bunga lili di dadanya sehingga seolah tampak seperti sebuah dying massage. Itsumi cantik. Itsumi anggun. Itsumi juga pintar dan disenangi banyak orang serta kharismanya yang kuat membuat ia menjadi sosok idola oleh berbagai kalangan, para lelaki menggilainya sedangkan para perempuan menjadikan ia kiblat kecantikan.

Untuk mengenang kematian Itsumi, Klub Sastra mengadakan yami-nabe dengan tema “kematian Ketua Klub sebelumnya, Siraishi Itsumi”. Yami nabe adalah kegiatan rutin yang diadakan Klub Sastra untuk mengasah kepekaan dan perasaan. Semua anggota klub akan diminta memasukkan sesuatu (apapun, asalkan tidak berbahaya) ke dalam panci berisi air rempah dengan kondisi gelap. Selain itu semua anggota klub harus membacakan cerita pendek tulisannya sesuai tema yami nabe. Selama kegiatan pembacaan cerita pendek bergantian, sembari pula hidangan yami nabe disantap. Bagaimana pun rasanya, apapun bahannya, harus dimakan. Kecuali memang bahan yang tidak bisa dimakan. Kegelapan yang menjadi latar khas acara yami nabe pun menambah aura tak enak pada selera dan berujung pada ketegangan.

Cerita bergulir dari satu anggota ke anggota yang lain. Saling membacakan cerita pendek yang dikarangnya. Sumikawa Sayuri, Ketua Klub Sastra yang baru, mengawal acara dengan cermat. Tahu kapan saatnya memberi penekanan pada pembacaan cerita, tahu pula kapan memunculkan sesi tegang saat hendak menyantap hidangan yami nabe.

Dengan tenang, ia memandu pembacaan cerita pendek yang kian menjadi medan analisis kematian Itsumi dan pembongkaran rahasia antar anggota Klub Sastra. Iya. Mereka semua menyangka bahwa kematian Itsumi didalangi oleh salah satu diantara anggota klub. Mereka saling tuduh. Acara yami nabe makin tegang. Seluruh anggota klub membawakan cerita kematian Itsumi versi mereka masing-masing. Ada yang bertentangan antara satu dengan yang lainnya. Ada pula yang secara langsung menuduh dengan argumen teliti yang ia ungkap berdasarkan pengalamannya. Acara yami nabe berubah menjadi semacam pengadilan kegelapan diantara anggota Klub Sastra. Kecurigaan yang menguar di udara berpadu dengan suara hujan dan guntur, seolah menjadi soundtrack perjalanan menuju kematian.

“Mungkin inilah tujuan sebenarnya acara kali ini. Untuk mengenang kematian seseorang dengan perasaan yang sebenarnya”—hlm. 98

Lalu siapakah pembunuh Itsumi? Semua anggota memiliki jawaban pembunuh versinya masing-masing. Akankah acara yami nabe berujung pada petaka? Atau justru keadaan akan berbalik dengan menampilkan fakta tak terduga? Membaca sampai akhir kisah Girl in the Dark, maka kalian akan tahu jawabannya. Siapa sang pembunuh?

Akiyoshi Rikako benar-benar pandai merangkai kisah. Novel ini bukan main-main penggunaan sudut pandangnya. Setiap pembacaan cerita pendek akan diisi oleh suara sang karakter dengan ciri khas wataknya. Dalam yami nabe, ada 6 pembacaan cerita pendek yang dibawakan oleh 6 orang berbeda. Akiyoshi benar-benar berhasil membawa suasana yang beragam dari penuturan kisahnya. Gaya tulisan yang murni, gaya yang manis, gaya gotik, hingga gaya gaul dan gaya satire tersusun plus terkendali dengan rapi. Seolah penulis menjadi 6 orang yang berbeda.

Dan seperti novelnya yang lain, The Dead Returns, kover Girl in The Dark pun sangat catchy. Menampilkan sosok Siraishi Itsumi secara close up setengah badan, dengan rambut hitam panjang dan senyum misteriusnya. Latar warna hitam cocok dengan tema cerita yang kelam. Novel misteri yang cocok untuk dibaca untuk remaja dan young adult. Pengungkapan kebenaran yang mengejutkan dan mengusik nalar, juga bagaimana melihat kelihaian Akiyoshi Rikako menjadi 6 orang yang berbeda sangat menarik untuk diikuti.

Girl in The Dark, bacalah maka kau akan tahu apa itu kepekaan :mrgreen:

[picture : goodreads.com]

My Review :

Fyuhh… setelah dua bulan hengkang dari padepokan blog, akhirnya bisa posting juga. Membaca dua novel Akiyoshi Rikako, sudah cukup membuat saya nge fans terhadap beliau 😀 .  Apalagi, ternyata novel terbarunya Holy Mother sudah terbit dan melambai-lambai di Gramedia. Duh! *tepok jidat

By the way, sepertinya ini novel bertokoh utama perempuan yang sangat saya suka. Sebelumnya saya sempat singgung Sasa di Dangerously Perfect. Tapi, Siraishi Itsumi, memang lain dari pada yang lain. Tsuki!

Iklan

One thought on “Yami Nabe dan Pengadilan Kegelapan

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s