Selera Pria, Mobil dan Sepotong Kisah Petualangan

TANGAN KELIMA : 1 Mobil, 4 Nama, 5 Misteri

Penulis     : Cristian Armantyo
Genre        : Fiksi / Mystery
Penerbit   : Visimedia
Cetakan    : Pertama, Mei 2013
Halaman  : 366 hlm
ISBN           : 979-065-183-X

“Di dalam keraguan, ada pertimbangan. Di dalam pertimbangan, ada analisis. Di dalam analisis, ada hipotesis. Di dalam hipotesis, ada keyakinan. Tanpa ada keraguan, tak akan ada keyakinan…”

Siapa sangka mobil Merzedes Benz SL Klasik tipe Pagoda dengan warna merah sangar keluaran tahun 60-an yang konon ditaksir para pemburu barang antik itu teronggok begitu saja di garasi rumah almarhum ayah tiri Rantau yang ada di Bandung. Bermaksud bebenah barang sebelum sang rumah terjual, Rantau dan temannya, Daan, malah menemukan sebuah mobil klasik yang masih diragukan siapa pemiliknya. Pasalnya, Mercedes itu adalah barang yang sangat langka sehingga memilikinya berarti menandakan kekayaan siempunya mobil. Ayah tiri Rantau tak sekaya itu untuk mampu memboyong sang mobil dan memarkir cantik tepat di garasi rumahnya.

Otak analis Rantau terpacu seiring misteri yang ditemukan di balik terparkirnya mobil ini di garasi. Mengingat tidak ada riwayat sang ayah yang gemar mengoleksi barang mewah, Rantau berasumsi bahwa Mercedes tersebut bukanlah milik almarhum ayahnya, apalagi miliknya. Hanya bermodalkan BPKB yang kebetulan masih tersimpan di dalam dashboard mobil, Rantau memulai penelusurannya untuk menemukan siapa sebenarnya pemilik mobil yang secara misterius terparkir di garasi rumah ayahnya. Apalagi ditemui bahwa terdapat beberapa nama yang tercantum di BPKB, mengindikasikan mobil ini sering dioper-oper kepemilikannya. Hal ini menambah nilai misteri di kepala Rantau yang senang menganalisis itu.

Bersama dengan Anna, perempuan yang mengaku anak dari salah satu pemilik mobil itu, Rantau melakukan pencarian dalam rangka memastikan siapa pemilik terakhir sang mobil dan mengapa bisa ada di rumah ayahnya. Siapa sangka, petualangan mencari nama-nama pemilik mobil sebelumnya mengantarkan Rantau pada salah satu versi kisah sejarah yang rumit nan pelik hingga membuatnya menyeberangi Laut Cina Selatan dan berhubungan dengan beberapa orang yang tidak terduga.

Hingga akhirnya Rantau hampir merasa terpuaskan oleh pencarian dan analisisnya selama ini, justru pintu kekecewaan menantinya di tanah air. Fakta-fakta mengejutkan siap menyergap dan mematahkan argumen serta pengalaman palsunya selama ini. Fakta yang sudah membuat ia kehilangan sahabat bahkan kekasih yang sudah lama menemaninya. Fakta yang menjadi titik balik misteri sang mobil. Fakta yang membuat Rantau kembali men-tracking petualangannya selama ini…

Novel besutan Cristian Armantyo ini memang beda dari yang lain. Memasang misteri secara sederhana, sesederhana kecerobohan menggeletakkan begitu saja BPKB mobil di dashboard mobil. Namun, kepingan puzzle yang tersusun terlihat begitu rapi dan nada cerita “ala Rantau yang analis” membuat setiap paragraf yang mengalir terasa kesan inteleknya. Pendekatan “aku” dalam novel ini menjadikan cerita terasa lebih personal dan eksplorasi rasa Rantau lebih kuat, pembaca seolah merasakan kebingungan sekaligus ketegangan yang dialaminya.

Sebagaimana novel misteri lain, fakta perlahan terungkap dan jawaban dari pertanyaan besar yang dicari sang tokoh utama menemukan bentuknya menjelang akhir cerita. Menariknya, akhir cerita yang merupakan kartu terakhir alias kunci misteri petualangan Rantau ditentukan dengan kilas fragmen yang cukup dramatis. Walhasil, emosi pembaca sukses diaduk-aduk.

Sayang, hal ini cukup klise. Meski begitu, penuturan Rantau yang tidak membosankan ditambah alur misteri yang menyenangkan membuat novel ini layak untuk dibaca kalian yang memang menggandrungi kisah misteri, apalagi yang berhubungan dengan sejarah.

My Review :

Novel ini saya beli hanya dengan harga 15 ribu perak. Iya. Di pameran murah kampus. Namun, setelah menamatkan sang novel, saya sadar bahwa harga yang sangat murah itu ternyata tak sebanding dengan isi ceritanya. Novel ini sepertinya sangat menyedot perhatian saya soal gaya penyampaiannya yang padat dan efektif. Jika sebelumnya saya singgung gaya sederhananya Winna Effendi atau Orizuka atau novel misteri lain dalam The Dead Returns, maka gaya Tangan Kelima ini “sederhana” dengan cara yang berbeda.

Bisa dibilang, inilah gaya penuturan novel yang sangat saya sukai sehingga saya tidak bisa berhenti membaca kalau tidak mengantuk atau mau ke kamar mandi. Rekomended untuk pembaca yang suka cerita misteri penulis lokal.

gambar : goodreads.com

Iklan

3 thoughts on “Selera Pria, Mobil dan Sepotong Kisah Petualangan

  1. Kathy berkata:

    It would be a shame if you did not build muscle when these other normal people are able to burn fat easily usn»gïÂi¿ Atomic Fat Loss (Look it up on google).

    Suka

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s