Tawuran dan Fase Kedewasaan

Halo, Tifa

Penulis    : Ayu Welirang
Genre      : Fiksi YA/ Slice of Life
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan   : 2016
Halaman  : 256 hlm
ISBN        : 978-602-03-2510-1

Siapa tak kenal tawuran anak sekolah? Sebuah kegiatan tim yang sudah menjadi representasi sekolah kejuruan atau sekolah teknik—yang memang doidominasi siswa laki-laki. Tawuran yang banyak orang anggap sebagai fase remaja menuju kedewasaan sebagaimana wabah kegalauan adalah wacana menarik untuk dikisahkan. Pun dalam novel karya Ayu Welirang ini. Mengangkat salah satu dari sekian cerita dan motif-motif tawuran ala anak SMK atau STM, dipadukan dengan bumbu romantis—yang menurut saya menarik sekali untuk dikembangka dalam lain buku—dan yang paling kentara adalah pertautannya dengan sebuah proses pendewasaan seseorang.

Novel ini menceritakan kehidupan Terra, sang penguasa sekolah, yang penuh dengan baku hantam—apa lagi kalau bukan tawuran. Sudah menjadi tradisi bahwa anak-anak SMK Pratama Putra, sekolah Terra, seringkali terlibat aksi penyerangan dengan anak-anak STM Tunas Bangsa. Meski sama-sama sekolah yang terbilang cukup elit, namun di sisi lain memiliki murid-murid yang susah diatur dan kemudian dikenal dengan “Sekolah Macan”. Suatu hari, datanglah seorang murid baru di kelas Terra dan memperkenalkan diri dengan nama Tifa. Seorang perempuan supel dan “pemberani” pindahan dari sekolah musuh bebuyutannya menarik perhatian Terra dan kelompok gengnya.

Dengan kepribadian dan pendekatannya yang menarik, akhirnya Tifa mulai banyak bicara dengan Terra. Meski Terra awalnya sangat heran mengapa seorang perempuan bisa masuk sekolahnya terlebih memiliki keberanian untuk menentangnya. Perlahan, teman-teman Terra makin terbuka dengan Tifa yang menganggap ternyata ia tidak “buruk-buruk” amat sebagai perempuan. Tapi, usaha Tifauntuk menghidupkan kembali ekstrakulikuler dan OSIS secara tidak langsung akan mengurangi kekuasaan Terra di sekolah.

Karena hawa perubahan ini, Terra gelisah. Tifa sudah membawa suasana “lain” dan menyeret teman-temannya ke agenda yang sepertinya ia rencanakan untuk membuat anak-anak Pratama Putra lebih manusiawi. Terlebih, ujian nasional ada dihadapan mata. Terra didesak untuk lebih memikirkan masa depan ketimbang tawuran.

Kecurigaan Terra pada Tifa semakin bertambah ketika satu malam dua teman Terra menemukan Tifa ngobrol dengan Om-Om di sebuah kafe. Di saat yang bersamaan, Beni, seorang alumnus SMK Tunas Bangsa, musuh bebuyutannya melakukan aksi penyerangan kepada Arfian, salah satu teman Terra. Tiba-tiba, ia kembali hadir untuk mengadu domba SMK Pratama Putra dengan SMK Tunas Bangsa yang tengah gencatan senjata. Situasi makin runyam karena Terra terbawa emosi oleh anak-anak suruhan Beni yang melakukan penyerangan. Ditambah “perubahan” teman-temannya akibat kehadiran Tifa membuatnya tak memiliki pilian lain selain menyelesaikan segala urusannya sendiri.

Ini adalah novel yang ceritanya lengkap dan tuntas dari berbagai sisi. Tema yang menjadi plot utama cerita disuguhkan dengan cukup dalam dan tidak keluar ke “tema-tema” lain yang akhirnya membuat fokus cerita berkurang. Justru setiap “kata kunci” yang membentuk cerita saling berpaut dan akhirnya merangkaikan kejadian secara integral. Endingnya digambarkan dengan baik dan twist-nya membuat cerita makin bikin penasaran. Tidak ada motif-motif yang hilang. Semua berkelindan. Saya bilang, ini novel paling fokus yang pernah saya baca. Kece.

Meksi sang tokoh utama, Terra, tak terlalu dapat menghindari stereotip ala male chara populer—disenangi cewek-cewek karena ganteng dan cool, diam-diam punya “sisi manis”, ternyata jago masak, dan sebenarnya pintar—tapi pecundang dalam sisi cinta—tapi setidaknya itu menjadi bumbu romantis dalam cerita yang membuat pembaca ber-cie cie-ria. Kisah anak sekolah tanpa kisah cinta bagai sayur tanpa garam. Atau mungkin sayur tanpa sayur?

Halo, Tifa. Sebuah novel yang cocok dijadikan referensi saku dalam memahami perilaku remaja berikut masalah yang dihadapinya :mrgreen:

gambar : goodreads.com

 

Iklan

3 thoughts on “Tawuran dan Fase Kedewasaan

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s