Tahun Baru yang Terlambat dan Buku untuk Posbar Maret

Penanda datangnya tahun yang baru mungkin saja dengan berakhirnya bulan Desember. Tapi, bagi saya, awal Maret ini lah justru tahun baru yang sebenarnya. Mengapa? Karena saya baru berkesempatan menginjakkan kaki di toko buku dan membeli beberapa bacaan kece. Yeay!! Akhirnya… 😀 😀 Yep. Biasanya saya “merayakan” tahun baru dengan menambah koleksi buku. Tapi, berhubung tahun awal Januari 2016 lalu saya merelokasi anggaran belanja buku kepada kebutuhan mendesak lain, maka baru kali inilah saya “merayakan” tahun baru. Selamat Tahun Baru ^^ !

Ada 3 buku yang saya beli. Satu novel thriller Jepang dan dua diantaranya buku nonfiksi. Awalnya sih saya ingin cari buku-buku yang membahas OSIS atau manajemen siswa sekolah menengah, tapi setelah diubek-ubek, tak ada satu pun buku yang membahas secara khusus tentang hal tersebut. Adakah teman-teman memiliki rekomendasi untuk saya? Karena saya sangat membutuhkannya sebagai referensi tulisan? *hope.

OK, lupakan buku yang saya cari. Saatnya saya mengiming-imingi kalian untuk segera beli buku baru juga, ha ha!

THE TOKYO ZODIAC MURDERS BY SHOJI SHIMADA

Novel ala Sherlock Holmes-nya Jepang ini bercerita tentang pengungkapan sebuah kasus pembunuhan berantai “berseni” dengan motif penciptaan Azoth, yaitu wanita sempurna yang diciptakan dari potongan-potongan tubuh wanita muda, di tahun 1936. Penyelidikan dilakukan, namun misteri tetap tak terpecahkan. Hingga 40 tahun lamanya, kasus tersebut kembali “dibuka” setelah sebuah dokumen diserahkan kepada Kiyoshi Mitarai, seorang astrolog, peramal nasib, dan detektif eksentrik. Bersamanya rekannya, Kazumi Ishioka, mereka melacak jejak pelaku pembunuhan dan misteri penciptaan Azoth.

Untuk bilang buku ini menarik dan merekomendasikan kepada teman-teman adalah hal yang cukup terlambat. Selain terjemahannya terbit pertama di tahun 2012, juga sudah banyak blog buku yang mengulas novel ini. Yahh… tapi, tak ada salahnya untuk mengompori teman-teman lain yang belum membaca seperti saya he he…

Yang menarik dari buku ini adalah ide tentang AZOTH. Dari wikipedia, saya dapatkan bahwa azoth itu semacam elixir alias obat segala penyakit, yang biasanya diidentikan dengan ramuan kehidupan. Azoth dicari, diramu, dan diujicoba melalui prinsip-prinsip alkimia. Azoth sendiri bermakna mercury, sebuah derivasi kata berbahasa Arab, yaitu al za’buq, yang artinya merkuri atau raksa. Saya penasaran dengan makna Azoth dalam buku ini dan bagaimana Shoji Shimada melalui detektif Mitarai, menggambarkan pembunuhan bermotif penciptaan azoth alias wanita sempurna tersebut.

Hal menarik lain yang saya dapat di wikipedia bahwa novel ini adalah debut penulis dalam kancah fiksi thriller misteri. Tokyo Zodiac Murders masuk dalam nominasi Edogawa Rampo Award for Mystery Novels, sebuah penghargaan novel bergengsi di Jepang dan setelah itu mulailah debut serial Casebook Detektif Mitarai. Ada lebih dari 10 novel, dan yang terakhir tahun 2006.

Ini adalah novel murder Jepang pertama saya. I have a lot expectation for it :mrgreen:

BIOETIKA : MENDISKUSIKAN PERTANYAAN MENDASAR TENTANG HIDUP MANUSIA YANG MENYANGKUT BERBAGAI DISIPLIN ILMU BY C.B. KUSMARYANTO

Bioethics : the study of and thinking about what is right and wrong in biological progress and activities such as genetic engineering and the transplantation of organs—Cambridge Dictionary

Bioetika adalah istilah yang dipopulerkan oleh Van Rensselaer Potter pada tahun 1971. Menurutnya, ilmu pengetahuan harusnya saling terintegrasi secara holistik karena pada dasarnya ilmu digunakan sebagai alat pencapai kesejahteraan manusia. Karena itu diperlukan unsur-unsur humanis yang memperkuat etika kemanusiaan. Dan penekanan khususnya pada filsafat dan teologi—karena etika merupakan cabang ilmu tersebut.

Bioetika bukan disiplin ilmu kedokteran, namun sebuah doktrin kedokteran. Di balik perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (kesehatan) yang makin pesat selalu ada ideologi yang dibawa. Dan ideologi tersebut belum menjadi sesuatu yang dapat dibenarkan begitu saja. Diperlukan kriteria-kriteria dasar penilaian etis yang berdasarkan harkat dan martabat manusia untuk melegalkannya. Prinsip etika yang didapat ini kemudian berkembang menjadi sebuah kesatuan pemahaman dalam satu program sosial-politik-agama dan mengevaluasi “perbuatan-perbuatan” eksakta untuk tetap berada dalam koridor kemanusiaan.

Bioetika membawa pembahasan tentang bagaimana merefleksikan prinsip-prinsip dasar kehidupan berdasarkan data-data biologis. Pemaparannya menggunakan metode ilmiah karena sekalipun merupakan telaah filosifis dan bersifat doktrinal, bioetika tidak berjalan diatas spekulasi. Karena fakta-fakta biologi yang tidak jelas atau keliru akan menimbulkan konsekuensi etis yang juga rancu. Fungsi kritis dari etika yakni mencari akar rasional terdalam dari tindakan manusiawi. Jadi, etika disini bukan sekedar feeling atau perasaan, tetapi sesuatu yang bisa diverifikasi dan memiliki ukuran menurut kriterianya, secara rasional-ilmiah. Atas dasar inilah bioetika menjadi penting dalam rangka membangun bersama ilmu pengetahuan yang bertanggung jawab dan berorientasi nilai.

Penulis sendiri adalah seorang dosen Bioetika di Pascasarjana Universitas Sanata Dharma dan Fakultas Kedokteran UGM. Beliau aktif sebagai anggota Komisi Nasional Etik Penelitian Kesehatan (KNEPK) dan Komisi Bioetika Nasional (KBN). Selain itu, beliau juga telah banyak meenrbitkan buku-buku serupa diataranya “Problen Etis Kloning Manusia” tahun 2014, “Tolak Aborsi : Budaya Kehidupan versus Budaya Kematian” tahun 2005, dan lain-lain. Karena itu, tidak diragukan lagi kepakaran Pak Kusmaryanto ini :mrgreen:

Diantara yang dibahas dalam sub bab buku ini yaitu tentang Martabat Manusia, Totalitas dan Integrotas, dan Kerja Sama dalam Kejahatan. Semua tema tersebut dikupas secara ilmiah-biologis sekaligus fiosofis serta dikaitkan dengan prinsip terapan dalam sebuah tindakan kedokteran. Kayaknya menarik deh 😀

IL PRINCIPLE BY NICCOLO MACHIAVELLI

Il Principe adalah karya Niccolo Machiavelli yang ditulis tahun 1513 dan dipersembahkan kepada keluarga Medici yang berkuasa. Buku ini—katanya—sangat kontroversional karena menganjurkan kepada para penguasa untuk merebut dan mempertahankan kekuasaannya dengan segala cara, termasuk dengan tipu muslihat dan kekejaman. Buku ini secara jujur dan realis menggambarkan bagaimana sebuah rezim diktator, kendati pun dianggap tidak bermoral namun memberi kekuatan untuk mencapai kekuasaan. Karena pemikiran-pemikiran tersebut, selama berabad-abad, nama Machievalli dijadikan sebagai sebuah sinonim negatif bagi kelicikan dan kepalsuan. Orang yang terlihat begitu ambisius dan selalu berupaya dengan segala metode kegeniusannya untuk memenangkan kekuatan dan kontrol kekuasaan kemudian disebut sebagai machiavellis.

Niccolo Machievelli adalah seorang politikus Florence yang dituduh berkomplot dalam upaya penggulingan pemerintah Italia “baru” yang diktator. Saat itu, Italia masih terbagi ke dalam beberapa negara kecil yang terpecah-pecah. Keluarga Medici semakin tak memiliki kekuatan politik sejak Lorenzo the Magnificent, raja Florence, meninggal dunia dan kalangannya kemudian diusir dari tahta. Sejak itu Florence berubah menjadi Republik dimana Machiavelli mengabdi di dalamnya. Tahun 1512, keluarga Medici kembali ke atas tahta dengan cara-cara yang penuh muslihat dan Machiavelli dianggap berkomplot melawan penguasa Medici. Karena bersikeras dirinya tak bersalah, akhirnya ia dibebaskan. Ia kemudian mulai menulis karya-karya diantaranya yang paling terkenal adalah Il Principe.

Jika saya boleh menggunakan ungkapan asmara, maka buku inilah yang membuat saya falling in love the first sight. Yang membuat saya tertarik adalah testimoni di sampul depan buku yang mengatakan “Buku Pedoman Para Diktator…”, artinya baca buku ini maka kau akan tahu bagaimana cara mencapai dan kerja sebuah diktator. Dengan ini, saya sempat berandai-andai tentang sistem kekuasaan tunggal di negeri ini. Jikalau suatu hari Indonesia kembali pada bentuk monarki, alangkah “asyik”nya proses menuju hal itu 😀 Adanya rencana pemberontakan, penggulingan kekuasaan dan sistem demokrasi, juga yang lain-lain, terdengar sangat romantis bukan? ❤ Ahh…siapa sih yang tidak tertarik dengan cerita tentang ambisi kekuasaan? Adapun ungkapan Machiavelli yang membuat saya jatuh cinta yakni :

Dan tentang bagaimana seharusnya seorang pemimpin membangun kesan di rakyatnya, apakah dicintai atau ditakuti, maka pilihlah untuk ditakuti! Alasannya, karena manusia tidak-segan-segan (lebih) membela orang yang mereka takuti dibanding yang mereka cintai. Karena cinta diikat oleh rantai kewajiban… Pada saat manusia telah mendapatkan apa yang diinginkannya, rantai tersebut akan putus. Dan sebaliknya, rasa takut tidak akan pernah gagal…”

Well, hidup memang menarik. Alam pikiran manusia itu menarik. Selera selalu menarik. Buku ini juga menarik. Moa ha ha ha…

Hakuouki Shinsengumi

Nah…itulah buku-buku kece yang saya beli. Bagaimana? Tertarik untuk ikut barisan pendukung rezim diktator? membacanya? Atau kepancing untuk beli buku baru? Hm? Hm? Buku-buku diatas adalah daftar bacaan untuk Posbar bulan Maret ini. Mungkin tidak semuanya saya baca sampai habis sih he he. Yah…kita lihat saja nanti buku mana yang saya review 🙂

Iklan

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s