[review] Prinsip Bergaul dan Bersahabat

Hablum Minannas : 100 Langkah dalam Hubungan Sosial

Penulis : Dr ‘Ali al-Hammadi, terj. : Tholhatul Choir
Genre : Nonfiksi/ Islam-Akhlak
Penerbit : Mitra Pustaka
Cetakan : I, Maret 2006
Halaman : 720 hlm
ISBN :  979-3952-22-9

Manusia hidup berdampingan dengan manusia yang lain. Beragam karakter, perangai, kecenderungan bertindak, status sosial maupun perbedaan-perbedaan lainnya begitu mewarnai kehidupan manusia. Maka dari itu diperlukan sebuah aturan dalam tata berkelakuan untuk menghindari pertikaian, menghindari konflik dan sikap saling menyelewengkan hak sesama. Dalam Alqur’an Allah sendiri menjelaskan melalui Firman-Nya dalam Surat Al Hujurat ayat 13 :

Hai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjaidkan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling banyak bertakwa diantara kamu…”

Ayat ini jelas mengatakan kepada manusia bahwa beragamnya manusia tak lain adalah agar tercipta hubungan, saling mengenal dan saling bekerja-sama. Tapi tak dapat dinafikan pula bahwa terdapat beberapa keyakinan orang tentang buruknya kebanyakan perangai orang sekarang ini sehingga perlu dihindari jalinan pertemanan dan hubungan dengannya. Ditambah pengaruh zaman yang kian cepat dalam mereduksi moral semakin memperkuat keyakinan akan perilaku “anti-sosial”. Karena itu prinsip membatasi pergaulan adalah lebih utama untuk menghindari kerusakan pada diri sendiri. Sesungguhnya perilaku tersebut dibenarkan ketika bumi benar-benar dilanda kerusakan hingga tak ada harapan lagi untuk memulihkannya kembali, sesungguhnya terjadi ketika kiamat akan tiba. Tapi tetap Allah saja lah yang tahu. Pengasingan diri memang pilihan bagi manusia yang merasa akan teracuni imannya jika tetap bergaul. Namun, alangkah indahnya jika kita masih dapat berjalan diatas bumi—yang kian rusak ini—dengan tetap memegang teguh prinsip agama dan memerangi kebatilan dengan usaha semampunya.

Memperbaiki kepribadian dan memperhatikan hubungan-hubungan kemanusiaan adalah alatnya. Islam telah menetapkan sebuah prinsip dalam bergaul, yaitu kelembutan dan kasih sayang. Tak pelak lagi bahwa pendekatan-pendekatan seperti ini dapat mempererat hubungan antarmanusia bahkan membuat orang lain senang berkawan dengannya. Sebagaimana syair berikut menggambarkan hubungan yang hakiki:

Orang yang mulia

tidak akan mencela

orang lain seperti dirinya.

Orang yang baik

karena teman yang baik.

Hablum Minannas. Begitulah ungkapan tersebut sangat populer di kalangan umat Muslim. Tidak hanya sebagai pilar ber-Islam, hablum minannas atau hubungan antara sesama manusia, merupakan syarat untuk bertahan hidup karena sesungguhnya tak dapat satu manusia hanya bergantung pada dirinya sendiri. Pastilah ia membutuhkan orang lain dalam mencukup kebutuhannya, baik secara langsung maupun tidak.

Buku karangan Dr. ‘Ali Al-Hammadi ini begitu memikat dengan tema bahasannya yang urgen bagi kehidupan. Karena ilmu tentang bergaul adalah ilmu dasar, maka sangat penting bagi siapa saja mempelajarinya. Melalui buku ini, pembaca akan dibimbing kepada prinsip-prinsip dalam membangun karakter positif, cara-cara berhubungan dengan orang lain dan perilaku apa saja yang patut dihindari, semuanya disusun ke dalam nasihat-nasihat ringan. Sebagaimana sub judulnya, buku ini terdiri dari 100 pembahasan. Namun, jangan khawatir, karena pembahasan di dalamnya sangat mudah dipahami dan renyah. Selain diikuti oleh beberapa dalil Alqur’an atau Hadis, terdapat juga nasihat-nasihat ulama dan syair-syair yang indah. Semuanya merepresentasikan kelindan persahabatan. Sungguh buku yang cocok dibaca untuk kita yang senantiasa memperbaiki diri dalam berhubungan dengan orang lain.

Ungkapan bijak mengatakan, di zaman dimana terdapat berbagai pandangan dan bercampur-baurnya ideologi atau pemikiran, sangat sulit untuk menyatukan pendapat. Maka dari itu, menyampaikan gagasan perlulah sebuah teknik. Terlepas dari tujuan hendak mempengaruhi orang lain atau tidak, mengungkapkan sebuah gagasan hendaknya dilakukan dengan kata-kata yang baik. Hindari istilah berbelit-belit atau neko-neko hanya untuk kesan intelek, karena hal itu sesungguhnya perangai kesombongan.

Semua teknik-teknik bicara, mempengaruhi lawan bicara dan berekspresi dibahas dalam buku ini. Tak aneh jika tebalnya hingga 700 halaman. Namun, sesungguhnya ilmu akhlak sangatlah luas. Ilmu berhubungan dengan orang lain senantiasa berkembang sesuai perkembangan manusia. Yang perlu dilakukan adalah senantiasa mencari, belajar dan merenungi hikmah.

Aku akan mengharuskan diriku

memaafkan orang yang berbuat dosa

meski kejahatan terhadapku menggema

Manusia tak lain satu dari tiga :

Orang yang mulia, orang yang dimuliakan dan orang yang sepertiku

Orang yang melebihiku dan kutahu kemampuannya, kuikuti kebenarannya

karena kebenaran adalah kepastian

Orang yang dibawahku jika ia berkata, maka kujaga kehormatanku.

Aku tidak pula mengikutinya meski orang mencercaku.

Sedang, orang yang sepertiku,

maka aku biarkan”

***

My Review :

Buku ini saya pinjam secara random dari Perpustakaan Daerah. Entah mengapa saya sangat tertarik dengan pembahasannya, padahal waktu itu saya sedang cari buku-buku tentang hukum. Saya juga tidak menyangka ketika diperhatikan lagi, tebal buku ini sungguh “waw” untuk ukuran bacaan jenis populer. Saya malah baru sadar kalau tebalnya 700 halaman ketika saya baru menghabiskan setengah bacaannya. Artinya memang pembahasan dan gaya penyampaian gagasan dalam buku ini begitu ringan, mudah dipahami dan sangat praktis. Meski pembaca akan dibuat gemana-getoh dengan ungkapan “100 langkah” di sub judul bukunya, namun sesungguhnya ketika mulai asyik menyelami bacaan, tak terasa lembar demi lembar tercecapi. Pembaca juga tak perlu membacanya secara runut dari awal hingga akhir. Pembaca dapat memulai bacaan dari mana saja mengingat buku ini ditulis dengan gaya nasihat. Jadi, pilih saja dari ke-100 nasihat itu mana yang paling ingin kau ketahui lebih dulu. Pilih mana yang begitu menggambarkan dirimu!, itulah prinsip saya dalam membaca buku-buku nasihat he he :mrgreen:

Buku ini memang sudah jadul tapi isinya luar biasa. Recommended banget deh ❤

160131-080136

maap potonya butek 😛

Review ini diikutkan ke RC :

pbbp

Iklan

8 thoughts on “[review] Prinsip Bergaul dan Bersahabat

    • mulyasaadi berkata:

      Hmm…kalau rekomended sih gak tau ini mah tergantung kebutuhan. Yang pernah saya baca sih yang lumayan kocak itu Kyai Kocak VS liberal, Kun Fayakun Cinta, komik-komik nasihat islam itu juga lucu-lucu. Atau buku how-to yang bahas wacana ngepop misal pacaran, ta’aruf, nikah, cinta, transformasi diri di usia muda, dll.

      Suka

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s