Hansei Membaca 2015 dan Wrap Up

hansei

MEA di depan mata. Sebuah babak baru yang lebih ganas, agresif, dan kompetitif terbuka di segala penjuru pintu baik di batas paling barat hingga timur Indonesia. Semua celah-celah keberbauran hal asing baik dalam ragam sosial budaya maupun aktivitas pasar akan merebak menjadi sebuah gejala nasional yang memiliki dua kemungkinan anggapan : sebagai wabah atau sebagai peluang menguatkan competitive advantage dalam menghadapi pusaran ekonomi global.

Lalu, apa hubunganya artikel blog buku tentang review membaca tahunan ini dengan pernyataan pembuka diatas? Tidak ada.

Saya hanya termenung dengan akhir tahun masehi berbuntut 15 ini. Kalender tempel saya sudah babak belur dicoret-bulat-ceklisi dengan spidol whiteboard hitam. Rasanya waktu berlalu begitu cepat, siang dan malam berganti wajah hingga mencapai titik pamungkas dalam lingkar orbit tahunannya secara perhitungan astronomi. Matahari hari ini adalah cahaya tahun 2016. Tahun dimana saya harus dengan segera mengakhiri status mahasiswa saya. Ini saatnya saya membuat sebuah hansei atas aktivitas membaca saya, meski agak telat :mrgreen: *beribu maaf

Alkisah

Setelah bergabung dengan BBI, arah membaca saya menjadi jelas dan terukur. Melalui partisipasi beberapa tantangan membaca, semangat melahap buku secara berkelanjutan pun berkobar. Dengan memposting review secara berkala, kuantitas kini menjadi perhatian saya 😀

Bergabung dengan BBI pun artinya memperluas genre bacaan. Meski pada akhirnya buku-buku yang dibaca tetap kembali kepada kecenderungan pribadi, yaitu buku-buku nonfiksi. Namun, setahun ini saya cukup mencecapi beberapa judul novel dan mereview nya dengan suka cita. Kekutubukan yang kurang terasah inilah yang pada akhirnya mengharuskan saya untuk banyak membaca baik itu buku-buku yang memang disenangi karena wacana tertentu-nya atau novel-novel sebagai kazanah literatur—yang konon berperan sebagai katarsis—tersendiri.

Tak pelak lagi bahwa membaca, apapun itu dan bagaimana pun bentuknya, akan membawa secuil manfaat. Entah itu bertambahnya kosakata, rasa bahasa, sense terhadap karya tulis atau manfaat yang lebih nyata lainnya (seperti tindakan tertentu atas bacaan tertentu : katakan lah buku how to). Dalam setahun ini, motif membaca saya memang dipengaruhi oleh berbagai challenge yang saya ikuti. Artinya, keinginan mencecapi tulisan tidak berasal dari lubuk hati paling dalam #eahh, melainkan berdasarkan kuantitas yang ditargetkan. Hal ini mengakibatkan aktivitas membaca kadang hanya sebagai formalitas belaka. Formalitas atas pengakuan tukang baca buku 😦

Namun, sungguh pun demikian, membaca tetaplah membaca. Jalinan benangnya tak pernah putus dari pertemuan pertamanya mengenalkan dunia dalam kata hingga diri ini ikut terseok dalam tarikan hipnosisnya. Sebuah tendensi yang mengakibatkan seseorang tak dapat berhenti membaca, karena satu buku akan mengantarkannya pada dua buku, tiga buku dan seterusnya berkali-kali lipat. Setelah setahun bergumul dengan aktivitas baca-review, tak berlebihan jika mengatakan bahwa bacaan saya makin bertambah, meski dihitung dalam intensitas tertentu. Atau jika saya bergerak karena uang, mungkin hasilnya akan sedikit berbeda ha he :mrgreen: *lupakan

Bertemu dengan Naga Pemalas

Kelesuan membaca adalah keniscayaan. Perasaan muak dan mual-mual ketika melihat buku sangat wajar terjadi dalam kehidupan tukang baca. Inilah naga pemalas yang kita sebut bosan. Sejak bulan Juli hingga Oktober, saya dikendalkan oleh sang naga. Berawal dari KKN yang mengakibatkan waktu baca dan blogging tersita, ehh keterusan hingga akhir Oktober kemarin. Jika saya tak segera membakar semangat, mana bisa berbagai challenge yang sudah saya ikuti akan terselesaikan?

Meski begitu, saya tetap saja tak dapat menyelesaikan challenge-challenge tersebut. Karena sejak Juli, saya cenderung pilih-pilih review. Kebanyakan novel yang saya baca hanya berhenti di tengah jalan atau kalaupun tamat kadang malas mereview karena tak menimbulkan greget tertentu. Perspektif subjektif sangat mendominasi tindakan kala itu. Saya jadi tak netral lagi dalam membaca buku. Yang niatan awalnya guna membuka wawasan malah akhirnya jatuh dalam kubangan tendensi terhadap genre. Lagi-lagi.

Tantangan Membaca yang gagal :

  1. Reading Big Challenge. Gagal karena tidak menemukan buku yang cocok untuk dibaca. Selain akhirnya malas membabat literatur berketebalan tinggi.
  2. Lucky Number 15. Gagal karena lupa menyetor link review dan akhirnya malas merunutnya kembali.
  3. Receh untuk Buku 2015. Ini juga gagal. Gagal dalam arti tak ada sepeser pun uang yang terkumpul dan tergunakan untuk membeli buku. Saya malu mengakuinya *hiks Saya menggunakan uang tersebut untuk menutup celah defisit anggaran bulanan *hiks Kehilangan mood, setelah receh-receh kembali terkumpul, prive tersebut malah saya ganti ke celengan lebah #inibukankorupsi
  4. Baca dan Opini Bareng BBI 2015. Ini juga gagal karena ternyata saya tidak mengikuti alur kegiatannya dengan baik. Saya tidak menemukan buku yang cocok dengan kategori tiap bulannya. Saya pun berhenti membua opini di bulan-bulan terakhir akibat kehilangan mood.
  5. Nonfiction Reading Challenge. Pun. Kegagalan ini adalah akumulasi dari 4 kegagalan sebelumnya.

 *dipelototi masing-masing host

Wrap Up yang terlambat

Kegiatan membaca—baik sebagai anggota BBI maupun sebagai kebahagiaan kutu buku—yang baik adalah kegiatan yang dapat diukur dan dievaluasi. Setidaknya, bahan bacaan yang dilahap selama setahun ini sedikit-banyak telah memberi pengaruh positif bagi si pembaca sehingga di tahun berikutnya ia lebih terpacu untuk membuat dirinya lebih baik atau ber-kaizen-ria dengan aktivitasnya. Berikut wrap up nya :

BUKU NONFIKSI

  1. FINCHICKUP : Financial Check Up For Ladies – Farah Dini Novita tentang keuangan pribadi, 234 halaman
  2. Belajar Bersahabat – Ahmad Mahmud Faraj, terj. tentang akhlak, 208 halaman
  3. Islam Risalah Cinta dan Kebahagiaan – Haidar Bagir tentang makrifat, 213 halaman
  4. Tafakur Sesaat Lebih Baik Daripada Ibadah Setahun – Abu Hamid Al Ghazali terj. tentang bab tafakur Ihya Ulumuddin, 155 halaman
  5. Laa Taghdhab – Dr. Aidh al Qarni terj. tentang menjaga diri dari marah, 184 halaman
  6. Rahasia Amar Makruf Nahyi Mungkar – bu Hamid Al Ghazali terj. tentang bab amar makruf nahyi mungkar Ihya Ulumuddin, 255 halaman
  7. The Power of Sakinah – Zainul Muttaqin Yusufi, tentang menjaga diri dari marah, 379 halaman
  8. Beruzlah atau Bergaul? Mana yang Lebih Utama – Abu Hamid Al Ghazali terj. tentang bab uzlah Ihya Ulumuddin, 106 halaman
  9. The 9 Golden Habits for Brighter Muslim – Agus Sukaca tentang ibadah dan akhlak, 226 halaman
  10. Biarkan Alqur’an Menjawab – Ust. Amin Sumawijaya tentang indeks Alqur’an dan beberapa penjelasannya, 383 halaman
  11. Kafilah Al Fatihah – Je Abdullah tentang tafsir surat Al Fatihah, 341 halaman
  12. Belajar Khusyuk – ‘Izzuddin ibn Abdussalam dan Ibnu Qayim al Jauziyyah terj. tentang fikih shalat, 203 halaman
  13. Mengapa Banyak Larangan – Tuhid Nur Azhar tentang halal-haram, 236 halaman
  14. Seri Mengungkap Keutamaan Bulan-Bulan Islam – Ibnu Rajab al Hanbal terj. tentang keutamaan bulan Muharram, Rajab, Sya’ban, dan Syawal, 112, 115, dan 128 halaman
  15. Benarkah Adam Manusia Pertama – Agus Haryo Sudarmojo tentang sejarah penciptaan manusia dan perjalanan Adam-Hawa ditinjau dari segi ilmiah, 226 halaman
  16. Buku Tentang Kebaikan – Jonih Rahmat tentang refleksi penulis, 247 halaman
  17. Membacalah Agar Dirimu Mulia – Hernowo tentang motivasi membaca, 130 halaman
  18. Nasihat Langit untuk Maslahat Bumi – Syekh Abdul Hamid ibn Abdurrahman al Anqury tentang penjelasan 40 hadis populer (tapi bukan hadis arba’in], 272 halaman
  19. Chemistry Matters! Volume 1 – Tom Jackson terj. tentang materi kimia bab atom dan molekul, 80 halaman
  20. Memorizing Like An Elephant – Yudi Lesmana tentang tips meningkatkan memori, 182 halaman
  21. Darah Daging Sastra – Damhuri Muhammad tentang esai dan kritik sastra, 168 halaman
  22. Badak Sunda dan Harimau Sunda – Ajip Rosidi tentang bahasa daerah dan lietrasi, 213 halaman

BUKU FIKSI

  1. Memang Jodoh – Marah Rusli tentang otobiografi Marah Rusli, 536 halaman
  2. Kisah Seekor Anjing – Ann M. Martin terj. tentang perjalanan seekor anjing terlantar yang mencari seseorang untuk dijadikan tuannya *sedih, 216 halaman
  3. Lotta – Astrid Lindgre terj. tentang kisah seorang anak kecil yang unik namun cerdas, 184 halaman
  4. Misteri AEIOU – Kumumastuti tentang perjalanan waktu 3 sahabat ke zaman Eropa abad 15
  5. Ibrahim ibn Adham – Ahmad Bahjat terj. tentang kisah perjalanan Ibrahim ibn Adham dalam menempuh kehidupan sufistiknya, 164 halaman
  6. Max Havelaar – Maltatuli terj. tentang kisah kekejaman tanam paksa masa Belanda, 480 halaman
  7. The Rise of Majapahit – Setyo Wardoyo tentang kisah kisah sejarah penyerangan Mongolia ke Majapahit, 399 halaman
  8. The Chronicles of Ghazi Seri 2 – Felix Siauw dan Syaf Muhammad Isa tentang kisah Muhammad Al Fatih dan Vlad Dracula, 363 halaman
  9. Bertanya Pada Kerbau Pedati – A.A Navis tentang kumpulan cerpen metaforis, 151 halaman
  10. Orang-Orang Proyek – Ahmad Tohari tentang kisah pembuatan proyek jembatan, 256 halaman
  11. Dangerously Perfect – Shita Hapsari tentang kisah seorang perfeksionis, 278 halaman
  12. Rencana Besar – Tsugaeda tentang pengungkapan kasus fraud, 378 halaman
  13. Satin Merah – Brahmanto Anindito dan Rie Yanti tentang kisah seorang yang terobsesi menjadi signifikan, 314 halaman
  14. Death in Clouds – Agatha Cristie terj. tentang pengungkapan kasus kematian dalam pesawat, 328 halaman
  15. Dunia Anna – Jostein Gaarder terj. tentang filsafat alam, 244 halaman
  16. Syarat Jatuh Cinta – Marin Josi dan Purba Sitorus tentang program diet demi cinta, 238 halaman
  17. Cahaya Cinta Pesantren – Ira Madan tentang kisah seorang santriwati dan keusilannya, 292 halaman
  18. The Physic Book of DelIverance Dane – Katherine Howe tentang kisah seorang penyihir, 415 halaman
  19. Gerbang Dialog Danur – Risa Saraswati tentang kisah horor penulis berkomunikasi dengan hantu, 224 halaman
  20. Petak Umpet Minako – @manhalfgod tentang kisah permainan mengerikan berujung kematian, 400 halaman
  21. Sang Raja Jin – Irving Karchmar terj. tentang pengungkapan harta karun Nabi Sulaiman dan perjalanan spiritual, 322 halaman
  22. The Thief of Bahgdad – Alexander Romanoff terj. tentang pencuri yang menempuh perjalanan spiritual, 360 halaman
  23. Api Tuhid – Habiburrahman El Shirazy tentang kisah mahasiswa rantauan Timur Tengah dan sepenggal kisah sejarah Islam, 574 halaman
  24. Cine Use – Evi Sri Rezeki tentang klub movie sekolah, 304 halaman
  25. The Chronicles of Audy : 21 – Orizuka tentang kehidupan Audy menjadi pembantu di rumah 4R, 308 halaman
  26. Khidir – Wiwid Prsetyo tentang kisah 3 orang pengamal ilmu Nabi Khidir, 470 halaman
  27. Spora – Alkadri tentang kisah pengungkapan pembunuhan misterius, 238 halaman

*ngos-ngosan Sejauh ini perbandingan membaca saya cukup berimbang ternyata.

Meretas Langkah

kaichou 3

dari anime Ansatsu Classroom

Tahun ini, saya akan berusaha mengendalikan naga pemalas. Mungkin akan datang suatu masa dimana saya sangat enggan membaca apalagi mereview buku, tapi, saya akan senantiasa ganbatte untuk menyelesaikan tantangan membaca yang sudah saya ikuti. Dan bertanggung jawab hingga akhir kegiatan he he 😛 Di tahun ini juga saya akan berusaha mereview semua buku yang sudah saya baca terlepas isinya menarik atau tidak. Ini bagus untuk mengatasi penyakit moody saya yang sudah tingkat legislatif. Seiring review yang saya buat, saya pun akan berusaha memperbaiki tulisan. Saya harus lebih objekif dalam menilai dan membuang unsur personal seperti curhat atau ha-ha-he-he dalam tulisan.

Yahh…memang butuh proses. Tapi, setidaknya kegiatan ini dapat dijadikan sebagai lapangan latihan saya untuk menjadi seseorang yang memiliki kemampuan menulis secara baik dan benar. Menyampaikan gagasan secara santun memang butuh ilmu dan ada aturannya. Maka, melalui apresiasi kecil-kecilan inilah saya membangun mutu argumen. Twe he 😛

Iklan

10 thoughts on “Hansei Membaca 2015 dan Wrap Up

  1. Evyta Ar berkata:

    saya sampe nyari di google apa itu hansei. ternyata semacam self reflection/evaluasi gitu ya, hihi. tadinya kirain RC apa gitu hansei 😛 banyak juga bacaannya taun lalu mbak ^^ semangattt buat taun ini moga lebih baik

    Suka

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s