[review] Membuka Indeks Kehidupan

Biarkan Alqur’an Menjawab – Mengerti Tema-tema Penting Kehidupan dalam Kitab Suci

Penulis   : Ust. Amin Sumawijaya
Genre     : Nonfiksi/ Islam-Akhlak
Penerbit : Zaman
Cetakan  : I,  2013
Halaman : 383 hlm
ISBN       : 978-979-0243-46-0

“Apabila Anda membaca Alqur’an”, tutur Dr. Muhammad A. Darraz, “maknanya akan jelas di hadapan Anda. Apabila membacanya sekali lagi, Anda akan temukan makna-makna yang berbeda dengan yang sebelumnya. Demikian seterusnya, sampai-sampai Anda menemukan kata atau kalimat yang memiliki arti bermacam-macam. Semuanya benar atau mungkin benar. Ayat-ayat Alqur’an bagaikan intan. Setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda-beda. Tidaklah mustahil jika Anda mempersilakan orang lain memandangnya maka ia akan melihat lebih banyak daripada apa yang Anda lihat.”

Siapa tak tahu indeks? Sebuah daftar istilah di bagian akhir buku yang tersusun secara urut yang memberikan informasi mengenai letak halaman dimana istilah itu ditemukan.  Indeks sangat berguna dalam dunia literasi karena akan mempermudah pembacanya untuk menemukan pembahasan istilah yang ingin ia cari di dalam buku, apalagi jika buku tersebut sangat tebal.Akan lebih cepat jika menyusuri istilah melalui indeks.  Indeks pun berguna dalam dunia blog karena akan mempermudah pengunjungnya untuk melihat apa saja konten yang terdapat dalam blog tersebut.

Lebih jauh lagi, indeks diperlukan dalam kehidupan kita. Akan sangat banyak istilah atau konsep tertentu yang ketika kita bimbang akal hal itu, harus kita cari dari buku panduan kehidupan. Apa buku panduan kehidupan? Apalagi kalau bukan Alqur’an. Bacaan yang telah Allah kukuhkan sebagai pelita dalam gelap untuk hambaNya hingga akhir zaman itu merupakan petunjuk paling komprehensif yang disusun dengan metodologi penulisan paling mutakhir. Sebuah bacaan yang memuat 3 jenis informasi, informasi masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Sebuah bacaan yang menjadikan siapa saja yang selamat-sejahtera di dunia maupun di akhirat. Aqur’an.

Buku ini kurang lebih fungsinya sama seperti indeks. Buku ini memuat pembahasan tema-tema besar dan penting yang terdapat dalam ayat-ayat Alqur’an. Beberapa tema tersebut adalah seputar Alqur’an, tauhid, ibadah, manusia, keluarga, dan masyarakat. Setiap tema tersusun pembahasan-pembahasan kecil yang terhimpun dalam sub tema. Pembahasan tersebut diurut secara hierarkis dari yang sifatnya paling mikro mengarah kepada hal makro, atau dari yang sifatnya definitif kepada aksiologis.

Misalnya pembahasan manusia dalam sub tema “Manusia dalam Alqur’an”, terdiri dari :

  • Manusia disebut sebagai makhluk yang memiliki bentuk terbaik, tetapi di sisi lain memiliki kekurangan. Sebenarnya, apa kekurangan manusia?
  • Ap atujuan Allah menciptakan kekurangan manusia?
  • Apa status manusia di hadapan Allah?
  • Bagaimana derajat manusia di hadapan Allah?
  • Apa itu kafir? Bagaimana Alqur’an menggambarkan orang kafir?
  • Apa itu fasik? Bagaimana Alqur’an menggambarkan orang fasik?
  • Apa itu munafik? Alqur’an menggambarkan orang munafik?
  • Apa itu murtad? Alqur’an menggambarkan orang murtad?
  • Apa fungsi manusia di muka bumi ini?
  • Apa kewajiban manusia kepada Allah?
  • Bagaimana bentuk pertanggungjawaban manusia di hadapan Allah?

Penulisan ayat Alqur’an sengaja penulis tulis hanya berupa teks terjemahannya dan pada bagian penting dari arti sebuah ayat, penulis beri tekanan dengan penulisan huruf tebal sehingga memudahkan pembaca dalam mencerna ayat secara langsung. Selain itu di beberapa bahasan diberi ilustrasi sehingga lebih lebih terasa hidup. Adapun juga terdapat halaman yang memuat rangkuman dari tema yang sedang dibahas. Penulis sendiri mengaku bahwa dalam buku ini tak menyertakan opini. Artinya, seluruh tulisan murni hanya berupa indeks.

Saya pun sekilas melihat buku ini agak membosankan ketika dibaca. Namun, pada akhirnya, untuk menemukan rujukan hukum utama suatu istilah atau konsep tertentu buku ini cukup berguna dalam penelusuran tingkat pertama. Saya sudah berkali-kali ditolong oleh buku ini he he 😛 *kayak tim SAR aja*  Ketika terbersit sesuatu dan ingin mencari di ayat mana bersitan dari sesuatu itu dibahas dalam Alqur’an, maka boleh dikatakan indeks Alqur’an lah solusinya.

Mengutip Alqur’an tidak seperti mengutip opini. Mengutip Alqur’an, kata Imam Syafi’i, akan membuat argumenmu semakin kuat dan berdasar. Namun, masalahnya, bukan hanya mengutip dan menggunakannya tanpa pertimbangan konteks, melainkan memahami dan mencerna ayatnya melalui saluran-saluran lain yang diperlukan. Bisa tafsir atau buku yang membahas tentang hal tersebut. Pada paragraf sebelumnya saya katakan bahwa indeks merupakan penelusuran tingkat pertama. Tentu saja, kata pertama diiringi oleh kata kedua, ketiga, keempat, bahkan seterusnya karena ilmu sangat luas dan bersifat multidisipliner. Kita sebagai manusia hanya mencari cara yang tepat untuk memahami. Dan untuk memahami Alqur’an sebagai rujukan utama pengetahuan, diperlukan sumber-sumber lain yang lebih deskriptif dan tentunya sesuai dengan bahasa yang kita gunakan.

Bagaimana ketika ingin mempelajari dan memahami Alqur’an sementara tak bisa berbahasa Arab?

Ah, klise. Ya, belajar bahasa Arab dong. Kita orang Indonesia cukup beruntung karena terlahir sebagai bangsa yang bilingual. Sejak kecil kita sudah dapat menguasai dua bahasa, yaitu bahasa daerah dan bahasa nasional. Lagipula, sejak TK kita sudah kenal dengan TPA/ TPQ yang setidaknya tak asing-asing amat dengan Hijaiyah. Dengan asumsi seperti itu, potensi menguasai bahasa arab dalam diri kita *ciee* sangatlah besar. Kita tinggal mengatur jam malas, karena malas hanya bisa dialihkan, bukan dihilangkan.

Iklan

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s