[review] Bagaimana Harusnya Menyikapi Kepercayaan Terhadap KHIDIR

KHIDIR : Mencari Manusia Paling Misterius di Muka Bumi

Penulis     :  Wiwid Prasetyo
Genre      :  Fiksi/ Religi-slice of life
Penerbit  :  DIVA Press
Cetakan   :  Pertama, Juli 2012
Halaman  : 470 hlm
ISBN        :  978-602-7665-20-0

Jadilah seseorang yang tersenyum, bukan orang yang tertawa. Teruskanlah berdakwah, dan jangan jadi orang yang tanpa tujuan. Jangan pula kamu melakukan kekhilafan lagi atau berputus asa. Dan, menangislah disebabkan oleh kekhilafan yang kamu lakukan itu, wahai Putra Imran,” nasihat Khidir kepada Nabi Musa As

Siapa yang tak kenal dengan Khidir? Yang pernah diceritakan oleh ustadz / ustadzahnya saat TPA dulu dalam kisah Nabi Musa. Seorang Nabi yang dikirm Allah untuk menjadi guru Nabi Musa namun melakukan berbagai perbuatan ganjil sehingga Nabi Musa pun tak sabar dengannya. Sosok misterius yang hidup sezaman dengan Nabi Musa tersebut sedemikian mengubah seluruh hidup 3 orang lelaki (Udin, Andre Bodroyono, dan Rano) yang dengan caranya masing-masing mereka menempuh keteguhan akan kepercayaannya terhadap Khidir. Bukan hanya mereka bertiga, senyatanya Khidir memang sosok yang menjadi sorotan bahkan di kalangan para ilmuwan Barat. Tidak hanya menjadi sosok sejarah di kalangan umat Islam, namun juga penganut Nasrani pun mempercayai adanya adanya Khidir, yang seperti Khidir.

Cerita ini mengisahkan perjalanan Udin, Andre dan Rano dalam mencari sosok Khidir yang kerap mengganggu pikirannya. Berbagai kontemplasi hingga merasakan bisikan yang diyakini bahwa itu adalah Khidir telah mengantarkan ke-3 lelaki itu bertemu di titik kepercayaan yang sama. Tanpa mengesampingkan kepercayaan yang utama terhadap Allah dan Rasul-Nya, Muhammad Saw, 3 lelaki tersebut telah terinspirasi oleh cara pandang dan ajaran Khidir. Yaitu ilmu sabar. Tapi, bicara soal sabar saya malah lebih teringat pada kisah Nabi Ayub As :mrgreen:

Pencarian yang bermula dari kegelisahan dalam hidup mereka masing-masing membuat mereka menempuh perjalanan jauh ke berbagai tempat demi memuaskan rasa penasarannya terhadap Khidir. Ditambah dengan tumbuhnya kesadaran keimanan, membuat mereka makin giat mengungkap siapa sebenarnya Khidir tersebut. Obsesi terhadap ilmu sabar Nabi Khidir membuat mereka terseret ke dalam berbagai situasi sulit dan tak pernah terbayangkan sebelumnya. Berbagai cobaan dan cibiran orang-orang terkadang membuat niatnya surut dan kembali mempertanyakan sebenarnya apa yang sedang mereka lakukan?

Masih ada yang kurang, masih ada yang mengganjal. Usaha sejauh ini hingga berpayah-payah mempercayai klenik, dicemooh banyak pihak, sembunyi-sembunyi melakukan penyamaran yang menyusahkan sekaligus menghinakan, semua itu sejauh ini dan tiba-tiba keraguan muncul adalah sia-sia belaka jika kepercayaan terhadap Khidir pupus begitu saja. Lalu, apakah akhirnya mereka berhasil mencapai Khidir yang mereka maksud? Atau menyerah dengan obsesinya dan berhenti di tengah jalan dengan memendam rasa penasaran?

Novel ini selain mengajak pembacanya ikut berselam ria bersama ketiga tokoh dengan berbagai metode pencariannya juga disuguhkan pula akan sudut ilmiah yang menjadi alasan mengapa sosok Khidir menjadi manusia yang misterius hingga kini. Berikut alasan-alasan yang membantah suatu kepercayaan berlebih yang memuja Nabi Khidir. Novel ini sungguh menarik. Menarik sebagai referensi kehidupan yang beriman, menghargai pengalaman spiritual dan tentunya bagi yang pembaca yang sudah sedemikian penasaran dengan sosok Khidir, kisah ketiga pemuda tersebut dapat menjadi bandingan tersendiri :mrgreen:

[gambar : bukalapak.com]

Iklan

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s