[review rampai] Seri Mengungkap Keutamaan Bulan-Bulan Islam

(vectorpage.com)

Judul #1   : Mencapai Surga dan Kebahagiaan di Bulan Muharram

Judul #2   : Mengarungi Ridha dan Pahala di Bulan Rajab dan Sya’ban

Judul #3   : Menjemput Kemenangan Syawal

Penulis     : Ibnu Rajab Al Hanbal, terj. : Kamran As’at Irsyady dan H. Nadirsah Hawari

Genre      : Nonfiksi/ fiqh

Penerbit  : Penerbit Amzah

Cetakan  : Kedua, April 2013 dan Kedua Oktober 2013

Halaman  : 112 hlm, 115 hlm, dan 128 hlm

ISBN        : 978-602-8689-27-4, 978-602-8689-33-5, dan 978-602-8689-35-9

Bulan-bulan Islam atau Hijriah boleh dikatakan adalah atribut keislaman seorang Muslim, yang artinya harus dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Namun karena memang sistem penanggalan nasional tidak berdasarkan Hijriah, maka seiring penggunaannya, kebanyakan diantara kita melupakan (salah satu) atribut Muslim tersebut, bahkan jika ditanya tak sedikit pula yang tidak mengetahuinya.

Memang menghapal nama-nama bulan Hijriah bukan sesuatu keharusan, karena sesungguhnya ia hanya berfungsi sebagai alat. Namun ini menjadi penting tatkala pengetahuan penanggalan Hijriah merupakan alat untuk menyempurnakan sesuatu hal yang bersifat wajib. Seperti misalnya penetapan usia baligh, kaitannya dengan pengenaan beban hukum (mukallaf). Adapun yang lebih urgen semisal penetapan hari raya (Idul Fitri/ Adha)—yang biasanya berbeda antara pemerintah dengan ormas/ kelompok yang ada—kaitannya dengan sistem perhitungan hisab atau melihat bulan secara langsung, dan tentu ini didasarkan pada penanggalan Hijriah. OK, memang ini bersifat kifayah, artinya selama ada sekelompok yang dapat mengakomodir hal ini, kita dibebaskan dari kewajiban mengetahuinya. Namun, alangkah indahnya ketika kita memahami apa-apa yang menjadi atribut keislaman kita. Karena sebaik-baik ilmu, adalah ilmu agama atau ilmu yang tidak melalaikan daripada-Nya.

Di samping itu, bulan –bulan Hijriah memiliki beberapa keutamaan, ketimbang bulan-bulan Masehi yang sebagian besar asal-usulnya berbau syirik—u know what i mean lah :mrgreen: valentine misalkan. Sudah semestinya umat Islam mengetahui kalendernya sendiri, bukan malah menutup mata atau bahkan melupakannya.

Yayy… ini adalah review rampai yang saya sarikan dari 3 buku karangan Ibnu Rajab Al Hanbal terjemahan Kamran As’at Irsyady dan H. Nadirsah Hawari tentang keutamaan beberapa bulan Islam atau Hijriah, diantaranya bulan Muharram, Rajab dan Sya’ban, dan Syawwal. Saya buat review rampai karena memang ketiga buku ini memiliki tema dan konten pembahasan yang saling berkaitan. Tapi, saya baru menemukan seri 4 bulan Hijriah, sementara itu tunggu seri lainnya ya 😀 terutama Ramadhan nih sebentar lagi… :mrgreen:

Muharram

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., beliau bersabda :

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ وَ أفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kamu namakan Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah qiyamulail.

Dari hadis diatas, dapat diketahui terdapat dua pembahasan pokok yaitu pertama, puasa sunnah yang paling utama dan kedua, shalat sunnah yang paling utama. (hlm 1)

Sebagaimana hadis tersebut, pembahasan buku ini mencakup pembahasan tentang berbagai keutamaan bulan Muharram, dimana dianjurkan untuk berpuasa. Adapun penjelasan mengenai asal-usul bulan Muharram dirinci dengan mencamtukan beberapa riwayat, berikut penjabarannya. Disinggung pula hikmah-hikmah berpuasa dan riwayat orang-orang yang senang berpuasa, dengan penuturan yang lugas tanpa basa-basi yang membuat pembaca bosan dengan untaian paragrafnya.

Kedua, pembahasan dilanjutkan dengan keutamaan shalat sunnah selain shalat fardhu, yaitu qiyamullail atau shalat malam atau tahajud. Dalam bab ini pembaca akan mengetahui keutamaan shalat malam, alasan mengapa ia lebih utama dari shalat rawatib dan keistimewaan-keistimewaan para pelaksananya.

Sedangkan dalam bab akhir, dijabarkan bagaimana menyambut kedatangan jamaah haji. Diantaranya pembahasan tentang ciri-ciri atau tanda haji yang mabrur,syafaat dan keberkahan haji mabrur dan perihal orang-orang yang pulang dari ibadah haji. Sebagaimana penjelasan bab sebelumnya, pembahasan mengenai bab haji ini berdasarkan banyak riwayat dengan berbagai tingkatan (bisa dilihat di catatan kakinya).

Rajab dan Sya’ban

Bulan Rajab dan Sya’ban adalan kunci kebaikan dan berkah. Abu Bakar Al-Warraq mengatakan, “Perumpamaan bulan Rajab seperti angin, Sya’ban seperti awan, dan Ramadhan seperti hujan”. Sebagian berkata, “Tahun ibarat pohon, bulan Rajab adalah hari tumbuhnya daun, Sya’ban hari tumbuhnya ranting, Ramadhan hari memetik, dan orang mukmin adalah tukang petiknya”. (hlm 33)

Maka dari itu, sudah semestinya bulan Rajab ini diisi oleh lembaran kebaikan, dimanfaatkan untuk berbuat taat mengingat keutamaannya yang besar. Apalagi, Rajab ini termasuk bulan harram, dan bulan pembuka menuju bulan yang penuh berkah, yaitu Ramadhan.

Sementara bulan Sya’ban, tak kalah utamanya karena ia diapit oleh dua bulan harram, yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Diriwayatkan dari Ibnu Majah, dari hadis narasi Abi Musa, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah memperhatikan hamba-Nya pada malam pertengahan Sya’ban, lalu Dia mengampunkan semua makhluknya, kecuali orang yang berbuat syirik atau bermusuhan”. (hlm 81)

Maka dari itu, bulan Sya’ban sebaiknya digunakan untuk mengevaluasi dan memperbarui diri dengan taubat dan dzikir kepada Allah sehingga ketika memasuki bulan Ramadhan, hati kembali bersih. Bulan Sya’ban merupakan bulan dimana Allah akan menerima taubat hamba-Nya, maka hendaknya hilangkah rasa permusuhan dan kedengkian karena dapat menghalangi ampunan-Nya.

Syawal

Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih Muslim dari Abu Ayyub al-Anshari ra dari Nabi saw, beliau bersabda, “Barang siapa puasa Ramadhan, kemudian menindaklanjutinya dengan (puasa) enam hari bulan Syawwal, maka ia seperti puasa dahr (satu tahun penuh)”. (hlm 1)

Tentu hadis ini sudah tidak asing lagi. Puasa 6 hari bulan Syawwal merupakan salah satu puasa sunnah yang memiliki keutamaan yang besar, yaitu dianggap seperti telah berpuasa satu tahun penuh. Tentu, anggapan ini tak lepas dari perbedaan bahwa adanya beberapa ulama yang memakruhkan bahwa melarangnya karena dikhawatirkan amalan ini bercampur dengan sesuatu yang wajib. Adapun mekanisme pelaksanaannya pun tak pelak banyak sumber yang saling berbeda sehingga timbul polarisasi tertentu.

Pada bab selanjutnya, buku ini sama menyinggung perkara haji berikut hikmahnya. Disinggung pula keutamaan haji mabrur, konsekuensi—duh, bahasanya gak enak banget, apa ya? Beban moral? Tanggung jawab? 🙄 —setelah pelaksanaan haji untuk senantiasa konsisten beramal kebaikan dan menjauhi perbuatan dosa. Dan yang terakhir, bahasan ditutup dengan perkara yang dipersamakan dengan ibadah haji, yaitu bagi orang-orang yang tidak mampu melaksanakan haji, maka amalan inilah yang dapat membuatnya seolah mengejar pahala orang yang berhaji (yang hajinya mabrur).

Meski tampilan buku ini terkesan biasa, dan tipis, tapi penulis menyampaikan pembahasan dengan begitu jelas berdasarkan banyak riwayat sehingga akan ditemui beberapa catatan kaki yang menyatakan status hadis berikut lansirannya. Dengan gaya penuturannya yang lugas tersebut, membuat buku yang tak seberapa tebal ini, istilahnya tidak lebay :mrgreen: Paragrafnya ringkas-padat namun langsung mengena pada inti pembahasan, bukan seperti paragraf-paragraf yang berisi untaian kalimat hiperbolis padahal hanya penjelasan yang berputar-putar. Karena itu, membaca buku ini pembaca akan langsung disuguhkan dengan jawaban atas pertanyaan apa dan mengapa bulan Muharram, Rajab, Sya’ban dan Syawwal.

Beberapa riwayat dan syair yang dipaparkan dalam pembahasan ini pun begitu menyentuh ❤ Namun, yang lebih penting dari itu adalah pembaca memahami apa hikmah di balik itu sehingga memiliki dorongan yang kuat dalam pelaksanaannya 😆

Nah…untuk yang penasaran dengan keutamaan bulan-bulan Islam ini, coba cek bukunya Ibnu Rajab Al Hanbali ini :mrgreen: [buku : banpustaka.com]

Iklan

One thought on “[review rampai] Seri Mengungkap Keutamaan Bulan-Bulan Islam

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s