[review] Lotta

LOTTA

Penulis    : Astrid Lindgren, terj. : Listiana Srisani
Genre        : Fiksi/Childlit
Penerbit    : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan     :  III, September 2007
Halaman    : 184 hlm
ISBN          :  978-979-22-3152-6

Huwaa…baru pertama kalinya saya bahas tulis (apalagi review) tentang children literature. Adalah buku asal Swedia : Lotta (Barnen På Bråkmakargatan & Lotta På Bråkmakargatan) karangan Atrid Lindgren yang dialihbahasakan oleh Listiana Srisani dari versi Inggrisnya Lotta—The Mischievous Martens—Lotta Leaves Homes. Buku ini terdiri dari dua bagian, yaitu Kelurga Lotta yang Bahagia dan Lotta Pindah Rumah. Sub bab ini memiliki beberapa cerita singkat ala flashfiction seputar kehidupan Lotta dan keluarganya. Sudut pandang yang digunakan pun berbeda, di bagian pertama menggunakan kata ganti “aku”, yaitu Maria (kakak Lotta) yan bercerita, sedangkan di bagian dua pihak ketiga yang bercerita.

Bercerita tentang keluarga Nyman dengan 3 anaknya yang bernama Jonas, anak tertua, Ayahnya biasa memanggilnya Ribut Besar, kemudian Maria, si Ribut Kecil, dan Lotte, si bungsu yang penuh akal dan ulahnya yang tak terduga. Pikir Maria mungkin karena itu Ayah memanggilnya si Imut. Mereka tinggal di sebuah rumah berwarna kuning di kota Swedia dan sehari-harinya, ketiga bersaudara itu selalu melakukan berbagai hal hingga sering terjadi hal mengejutkan di akhirnya. Apalagi Lotta, yang memang senang sekali bermain dan tidak bisa diam. Tingkah-tingkah lucu Lotta selalu membuat Ibu tersenyum dan Bu Berg sangat menyukai obrolan dengan Lotta.

Suatu hari Lotta dan kedua saudaranya berkunjung ke rumah Kakek dan Nenek. Di kereta, mereka tidak bisa diam. Lari kesana-kemari, namun Lotta selalu ditemani oleh cerita-cerita Ibu agar ia tidak ikut berlarian bersama kedua saudaranya. Namun, bukan Lotta namanya jika ia tidak berulah. Sampai di rumah Kakek dan Nenek, Lotta senang sekali karena disana banyak permen.

Pada suatu hari, Lotta bosan dengan sweaternya kemudian ia gunting-gunting agar Ibu tak menyuruhnya lagi untuk memakainya dan menggantinya dengan memakai rok yang biasa digunakan untuk acara formal. Namun ibu selalu menolak. Lotta lebih memilih bertelanjang, hanya menggunakan kaus dan celana dalam. Lotta menganggap Ibunya jahat dan keluarga Nyman sudah tak cocok lagi dengannya. Ia pun memutuskan untuk pindah dan menyewa sebuah tempat untuk ditinggalinya. Dimanakah Lotte tinggal? Keluarganya khawatir karena Lotte pergi dengan baju seadanya seperti yang terakhir ia kenakan…

Bagaimanakah nasib Lotte? Silakan baca bukunya :mrgreen: Celotehan-celotehan Lotte begitu menghibur. Apalagi ia anak yang cukup keras kepala sehingga ketika ia berkata x maka harus x. Lotte juga anak yang cerdik, ia selalu menemukan alasan untuk tindakan jahilnya. Saya jadi merasa kanak-kanak membaca buku ini. Dunia anak yang diceritakan penuh kesenangan tapi juga ketegasan orang tua, kelembutan juga kesabaran seorang Ibu. SIP ❤

Iklan

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s