[review] Petak Umpet Minako

Petak Umpet Minako

Penulis      :  @Manhalfgod, Editor : Mahir Pradana
Genre        :  Fiksi/thriller-horor
Penerbit    : Rak Buku
Cetakan    : Pertama, Januari 2015
Halaman   : 400 hlm
ISBN         :  602711405-3

Baron memutuskan untuk cepat sampai di gedung sekolah SMA dulu yang kini ditinggalkan, karena Gaby, pacarnya, selalu menghujaninya dengan SMS agar Baron cepat-cepat menjemputnya. Acara reuni baru saja berakhir, tapi Vindha mengusulkan sebuah permainan aneh yang melibatkan ritual pemanggilan arwah. Merasakan firasat buruk akan permainan itu, Gaby menelpon Baron untuk segera datang. Namun, setelah pesan terakhir untuk segera menjemputnya tadi, Baron tak lagi menerima pesan dan teleponnya terputus. Ia khawatir dan segera melaju dengan mobilnya menuju gedung SMA itu. Dengan perasaan tak enak Baron memasuki areal sekolah, ia edarkan senternya ke berbagai sudut untuk menerangi gelapnya tempat yang sudah terbengkalai itu, kemungkinan ia melihat teman-temannya. Dan setelah merogoh ponselnya, ia temukan tak ada satupun sinyal. Ia semakin khawatir dengna Gaby. Dengan berbagai pertanyaan di pikirannya, Baron pun memutuskan untuk masuk ke gedung.

Baron memulai pencarian tanpa mengetahui apa-apa. Ia tak bisa mencerna pesan singkat terakhir Gaby : Sekarang Vindha sedang memulai ‘upacara’-nya. Perasaanku tidak enak, cepatlah datang! Itulah yang membuat langkah-langkah Baron kuat menapaki sudut-sudut gelap, ingin agar Gaby segera ia temukan. Namun dalam pencariannya, Baron harus dihadapkan pada berbagai kejadian ganjil bahkan kematian. Setelah akhirnya ia masuk pada permainan usulan Vindha itu, Baron pun berjuang mempertahankannyawanya sekaligus mencari-cari Gaby yang sudah pasti ketakutan sejak pertama ia datang kesini.

Hyaa…saya suka sekali dengan cerita ini. Seramnya dapet! Latar belakang gedung sekolah yang sudah ditinggalkan bertahun-tahun begitu mendukung suspense yang dibangun oleh penulis melalui alur ceritanya. Atmosfer seram dan para karakter yang terjebak dalam permainan kejar-kejaran membuat kisah ini kental horor. Saya selalu mendapati sebuah adegan yang membuat jantung dag-dig-dug-der. Saya memang paling suka membaca sambil tiduran di kamar, menutup jendela dan gorden sehingga suasana agak gelap. Hal itu untuk menjaga suhu tetap dingin meski diluar terik matahari menyengat. Tapi, khusus untuk buku ini, saya membacanya sambil duduk di lantai dekat pintu yang saya buka sedikit agar ada cahaya masuk. :mrgreen: Agar kalau saya ketakutan saya bisa langsung keluar ha ha

Sebelumnya saya memang sudah tertarik dengan buku bercover boneka okiku ini saat sekitar seminggu yang lalu jajan di toko buku. Tapi karena tidak ada profil penulisnya—sebenarnya karena buku ini diluar daftar beli hari itu 😛 –saya pun menaruh kembali sang buku di raknya. Ehh…tak sengaja baca-baca review di blog ternyata sang pereview bilang kalau novel ini recommended banget. Saya jadi penasaran. Dan akhirnya, terbitlah review ini 😀 Seolah saya melupakan buku-buku Legal Drafting yang harusnya dipelajari karena minggu ini ujian 😥 Tak kuasa.

Saya tak menyangka kalau banyak diantara tokoh-tokoh dalam novel ini mati. Sayang memang, padahal saya suka sekali duet Baron dengan Kaisar yang saling bekerja sama agar tak bernasib sama dengan teman-teman lainnya yang sudah dulu terbunuh. Pergulatan batin terjadi saat itu. Ditambah berbagai flashback dan ingatan Baron tentang Kaisar, benih-benih persahabatan pun muncul, yang sempat membuat saya berdecak So Sweeeeeet. Saya kira perjuangan mereka berdua akan diekspos cukup lama bahkan hingga akhir permainan. Karena “ke-so-sweet-an” itu lumayan potensial juga dipadukan dengan plot cerita. Tapi, tapi…Tapi, penulis berkata lain. Setelah gagah berani Kaisar mengorbankan diri dan menjadi ‘penjaga’, akhirnya Baron sendiri lah yang membunuhnya, sambil menangis! 😥 Jadi, seperti Donten Ni Warau nih? Tokoh yang diharapkan tidak mati malah berakhir di pertengahan cerita. Tenka dihukum gantung dan sukses membuat saya ikut menangis bersama dua adik keluarga Kumoh itu tapi di akhir cerita ternyata ia tidak mati dan happy ending? Bagaimana dengan cerita novel ini? Ternyata Kaisar benar-benar mati, tidak ada istilah : sebenarnya yang mati bukan Kaisar, sebenarnya Kiasar menyusun rencana dengan mengatakan kalau ia mati, dan lain sebagainya yang membuat Baron terkejut. Tapi tenryata tidak. Hyaa…tokoh Kaisar ini memang begitu menarik perhatian saya ketimbang Baron 😆  [gambar : bukukafe.com]

Bintang 4 deh untuk novel ini! ^^’

 

Iklan

One thought on “[review] Petak Umpet Minako

  1. Ami berkata:

    Halo, saya Ami
    Saya tertarik dengan review anda dalam novel Petak Umpet Minako terbitan rakbuku,

    Untuk itu, saya sedang mencari beta reader/ review untuk menuliskan review naskah terbaru saya berjudul ‘Jurnal Misteri’. Jika berkenan, bisa hubungi saya di email findingmagic93@gmail.com
    Untuk sinopsis, blurb dan buku menyusul jika anda berkenan. Terima kasih

    Suka

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s