[review] Benarkah Adam Manusia Pertama : Interpretasi Baru Ras Adam Menurut Alqur’an Dan Sains

Benarkah Adam Manusia Pertama?

Penulis      : Ir. Agus Haryo Sudarmojo, Penyunting : Imam Risdiyanto
Genre        : Populer/ Panduan-Islam
Penerbit    : Bunyan
Cetakan     : Pertama, Maret 2013
Halaman    : 226 hlm
ISBN          : 978-602-7888-17-3

Alqur’an is always one step ahead of science, sebuah moto yang dilontarkan penulisnya sendiri, Pak Agus Haryo, dalam pengantarnya, cukup untuk membuat pembaca terinspirasi menadaburi dan memahami firman-Nya secara lanjut. Seperti yang ditawarkan oleh judul buku ini—yang cukup marketable dan mengusik rasa penasaran manusia—jyah 😛 —mengajak pembaca menjelajahi ruang dan waktu, menapaki sejarah perkembangan manusia hingga proses terciptanya sebuah ras makhluk bernama Adam, tak lupa tinjauannya yang rapi dari segi sains diperkuat dengan dalil Alqur’an. Latar belakang pendidikan penulis sendiri, geologi, membuat buku dipaparkan secara cukup detail dengan menampilkan beberapa shot gambar maupun tabel penjelas, data dan referensi penelitian terdahulu, namun tak lupa disajikan secara renyah sehingga mudah untuk dipahami. ❤

Benarkah Adam manusia pertama dan nenek moyang manusia? Bagaimana mekanisme penciptaan Adam? Lalu bila kita berasal dari satu ibu, mengapa kita berbeda warna kulit antarbangsa di dunia? Apakah alam jagad raya ini diciptakan hanya untuk ras Adam?

Sebenarnya disini saya tidak mau spoiler, tapi ada satu hal yang menurut saya menarik untuk disampaikan selain Teori Darwin yang terbantahkan itu—sudah baca artikel atau video Harun Yahya, pasti sudah paham. Sekaligus sedikit menjawab pertanyaan pertama, adalah bahwa :human_evolution

Secara sains kita merupakan bagian dari makhluk bernama Homo sapiens sapiens, yang berhasil berkembang dan menguasai planet bumi dalam waktu yang relatif singkat. Secara agama Islam, kita semua adalah keturunan Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa yang merupakan nenek moyang makhluk Homo sapiens sapiens tersebut. Jauh sebelum Nabi Adam tercipta, hiduplah makhluk yang serupa dengan ras Adam di muka bumi ini. Secara fisik ia mirip dengan jenis Homo sapiens sapiens—Sahenlanthropus Tohadensis, Homo Neandertal, Homo Erectus, dll. Namun mereka digolongkan sebagai sejenis hewan yang buas—karena salah satu karakternya yaitu kanibal—dan punah [QS Al Qamar : 51] di periode Ice Age yang berulang setiap kurang lebih 100 ribu tahun karena tidak cukup kuat untuk bertahan menghadapi kondisi alam saat itu. Selain itu disebabkan juga oleh iklim dingn ekstrim akibat letusan Gunung Toba di Pulau Sumatera pada 74 ribu tahun lalu. Makhluk-makhluk yang menyerupai ras Adam itu sebenarnya tidak cocok digolongkan ke dalam ras Adam (manusia—sekarang ini) menurut Alqur’an [ QS At Tin : 4, QS Al Isra : 70] dan juga terbukti oleh sains dengan menyebut mereka sebagai “hewan”. Sesungguhnya kita, manusia, merupakan ras Adam yang diciptakan setelah makhluk-makhluk itu punah. Jadi, manusia merupakan makhluk paling sempurna pertama dan terakhir yang diciptakan oleh Allah di planet bumi untuk menjadi khalifah.

Masih banyak lagi penjelasan sains terkait dengan sejarah penciptaan manusia dan hubungannya dengan alam ini. Semua dijabarkan melalui sudut pandang sains dan Alqur’an. Kece deh. Saya merasa one step ahead more understand tentang apa yang sudah saya ketahui tentang sejarah perkembangan manusia. Sayang sekali dulu sewaktu SMA masih belajar teorinya Darwin—sekarang di buku pelajaran masih ada tidak ya pembahasan tentang teori “salah-kaprah” ini? Hm…—tidak mengkaji sama sekali tentang kaitan Nabi Adam dengan makhluk-makhluk yang disebut sebagai nenek moyang berbulu manusia itu (monyet yang sudah mengalami evolusi menurut keyakinan Darwinis, ya makhluk yang sudah duluan ada sebelum tercipta manusia modern seperti sekarang), hanya menjadi obrolan-diskusi retoris di sela-sela istirahat bersama teman-teman sekelas. “Apa hubungan Nabi Adam sama makhluk purba itu coba? Kok penjelasannya beda banget sama yang di buku?” Semua serempak menjawab “Entah…” 😥 Semoga anak-anak sekolah dasar maupun menengah yang sedang memperlajari sejarah manusia sekarang ini tidak masih berkutat dengan teori-teori aneh sehingga mengaburkan fakta tentang sejarah manusa yang sesungguhnya, yang lebih masuk akal, lebih ilmiah dan tentu saja lebih qur’ani.

Akhirnya, buku ini pun menyadari bahwa semua penjelasan terkait sejarah manusia ini bisa saja kurang tepat atau salah mengingat itu sudah terjadi ratusan ribu tahun lalu dengan rumitnya dan dengan ilmu juga teknologi sekarang, sebetas inilah bukti-bukti ilmiah yang dapat disampaikan, untuk dapat sedikitnya membuat kita berpikir dan lebih meyakini Alqur’an. Dan mengenai rahasia-rahasia di balik Firman-Nya tentang manusia mungkin saja baru bisa dibuktikan dengan ilmu dan teknologi masa depan. Wallahualam [gambar : http://www.brocku.ca | goodreads.com]

Iklan

3 thoughts on “[review] Benarkah Adam Manusia Pertama : Interpretasi Baru Ras Adam Menurut Alqur’an Dan Sains

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s