[review] Syarat Jatuh Cinta : sebuah novel

Syarat Jatuh Cinta

Penulis :Marin Josi & Purba Sitorus, editor : Yulliya
Genre : Fiksi-romance
Penerbit : Gagasmedia
Cetakan : Kedua, 2012
Halaman : 238 hlm
ISBN :979-780-574-3

Novel ini bercerita tentang usaha Alana untuk mendapatkan Asta, cowok ganteng idamannya. Namun, Alana gendut dan jelek, maka dari itu ia membutuhkan usaha lebih untuk menaklukan hati Asta, yang populer di sekolahan SMA Harapan sekaligus pemuja wanita cantik. Pertemuan Alana dengan Asta di tempat les bimbingan belajar masuk SMA, membuat Alana bermimpi mendapatkan prince-charmingnya itu dan sebagai usaha pertama ia harus masuk di SMA yang sama. Jreng! Alana dan Asta akhirnya berada di satu sekolah. Saatnya Alana beraksi menyatakan cintanya, setelah dikompori oleh Fio, sahabatnya, untuk segera mengungkapkan perasaannya daripada menggalau. Dan apa yang terjadi ?

Alana ditolak. Tapi selanjutnya ia malah terjebak dengan sebuah permainan yang menyebalkan dengan Asta. Alana harus tampil cantik dalam 3 bulan dan dengan begitu Asta akan mau jadi pacarnya. Lalu kisah selanjutnya berisi tentang proyek Alana ini yang Fio beri nama Three Hell Months For A Better Life. Program diet dan segala tetek bengek menjadi cantik Alana lakukan bersama Fio. Hingga akhirnya Alana menjadi cantik? Tidak, Alana justru menjadi tambah gendut. Ada apa dengan program dietnya? Fio mencium gelagat aneh Alana. Akhirnya, setelah berdarah-darah berjuang dalam permainan 3 bulan tersebut, Asta datang pada Alana dan mengakui kekalahannya. Happy ending yee—entahlah ini happy ending atau bukan, haahh…

My special review :

Saya baru menjadi penimbun buku yang beralih menyukai genre fiksi—bukan beralih sih sebenarnya tapi sedikit menoleh. Artinya, saya belum punya banyak pengalaman membaca karya fiksi, dan belum terbiasa memetik pelajaran dari apa yang karya fiksi itu siratkan. Hm…selain itu saya penasaran dengan selera romance dunia penerbitan, khususnya teen romance, ya seperti Syarat Jatuh Cinta ini. Saya tidak ingin benar-benar membacanya, saya hanya penasaran :mrgreen: Pembaca yang cukup menyebalkan bukan? Ha ha *digemplang* Saya juga membagi karya fiksi itu menjadi dua, pertama yang membuat saya merasakan; bisa disebabkan alur atau karakter tokoh sendiri, tapi yang paling saya suka adalah yang kedua, yang membuat saya berpikir. Entah itu karena penggunaan POV yang cukup merepotkan, alur yang rumit, maupun keseriusan tema cerita yang dibawakan—katakanlah filsafat, hukum, politik, sejarah, dll. Yahh…lagi-lagi selera 😛

Tapi ada yang membuat saya tertarik dengan novel yang 100% romance ini. Yaitu sinopsis di belakang bukunya. Begini :

Tak ada yang bisa menjamin cinta selalu akan berujung bahagia. Seringnya mencintai membuatmu patah hati. Terluka. Meneteskan air mata bagi cinta yang berbalik dan meninggalkanmu.

Tapi pernahkan kau mencintai seperti yang aku alami?

Mencintai dalam sakit. Mengubah diri demi orang yang bahkan tak memalingkan wajahnya sedikit pun padamu. Hatiku berdarah, dan aku masih saja mencintainya. Bahkan, setiap malam aku masih menyempatkan diri untuk berdoa…supaya dia selalu bahagia.

Ini cinta yang bodoh. Ya, aku tahu itu. Tapi aku akan terus bertahan, terus mencintainya—hingga dia mengundangku masuk ke dunianya…

:mrgreen: Menarik. Saya berpikir kalau kisah ini memang sengaja dibuat begitu dangkal, sedangkan saya tidak suka sesuatu yang dangkal—saya pernah menyebutkan di artikel lalu tentang kesukaann saya dengan tasawuf. Dan itulah yang membuat saya penasaran. Saya membaca topik yang bukan menjadi kecendrungan saya membuat otak tertantang. Tapi akhirnya saya menikmati ceritanya, meski kadang buka-tutup-buka-tutup karena agak kesal tentang pemikiran Alana yang cetek. Tapi, yah…penulis memang sengaja membuatnya seperti itu, dan kenyataannya memang di dunia nyata pun banyak yang seperti Alana. Ha-ha-ha *tertawa hambar

Iklan

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s