[review] Islam Risalah Cinta dan Kebahagiaan

Penulis       : Haidar Bagir

Genre         : Populer-Panduan/Islam
Penerbit     : Mizan
Cetakan      : I, Februari 2013
Halaman     : 213 hlm
ISBN           : 978-979-433-758-5

Setelah Buku Saku Filsafat Timur, ini dia buku Haidar Bagir yang saya suka. Selain karena penulisnya yang cukup concern dalam perkara tasawuf—juga karena ini topik favorit saya ha ha 😀 Judul buku ini juga mengingatkan saya akan pelajaran Tafsir Ahkam 😛 Oiya, judul buku ini juga agak mirip-mirip dengan karangannya John Caputo—halah!

“Agama adalah mengenal Allah (ma’rifatullah). Mengenal Allah adalah berlaku dengan akhlak (yang baik). Akhlak (yang baik) adalah menghubungkan tali kasih sayang (silaturahim). Dan silaturahim adalah memasukkan rasa bahagia di hati sesama kita” (Rangkaian hadis yang dijalin oleh Syaikh Yusuf Makassari).

Seperti Buku Tentang Kebaikan-nya Jonih Rahmat, buku ini, tak berlebihan jika dikatakan penuh renungan dan membuka relung-relung jiwa. Disusun dengan bahasa yang tegas dan ringan sehingga cocok sebagai panduan seseorang untuk memaknai cinta dan kebahagiaan. Kecenya ada beberapa bagian buku yang menjelaskan semisal hakikat kebahagiaan, hakikat cinta, sumber-sumber kebahagiaan, yang dikutip dari beberapa pemikir besar sekaliber Al Ghazali, Ibn Hazm, dan Ibn Miskawih. Disana dikupas secara tersendiri makna di balik sesuatu, disertai analogi dan dalil-dalil yang mudah dinalar.

Buku ini sangat proporsional, ringan dan cocok dibawa kemana-mana sebagai bacaan santai. Atau dalam versi serius, buku ini juga diperuntukkan bagi siapa saja yang merasa jiwanya kering akan makna kehidupan dan haus akan kerinduan spiritual. Dan seperti halnya buku panduan, buku ini menunjukkan beberapa pengertian dan pendalaman tentang hakikat kebahagiaan, cinta, dan bagaimana layaknya manusia berlaku atas kehidupannya.

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam buku tersebut, ISLAM merupakan agama cinta, risalah yang membawa ketentraman manusia, maka dari itu meneriman Islam secara ikhlas dan berperilaku layaknya aturan-aturan Qur’ani merupakan puncak kebahagiaan dari manusia, yang memang banyak tidak disadari. Salah satu upaya untuk kita dapat memahami makna keislaman dan kemanusiaan kita sendiri adalah melalui perenungan yang mendalam terkait kehidupan, dan sembari dipandu oleh buku kecil ini, InsyaAllah, butir-butir cinta dan benih-benih kebahagian perlahan dapat dipahami sebagaimana mestinya. :mrgreen:

OK, malam ini saya tidak akan terlalu banyak cuap-cuap tentang buku, setelah tepar selama seminggu, bacaan saya terbengkalai (saya lagi baca karya Shindunata—yang sukses buat kepala nyut-nyutan karena gaya bahasanya sungguh mendayu-dayu, lantas saya pindah ke buku tasawuf ini). Dan sebagai penutup, buku ini cocok untuk teman-teman yang merasa galau akan makna kebahagiaan, atau yang istilahnya sedang “mencari” kebahagiaan. Meski kebahagiaan itu hakikatnya melekat pada manusia sendiri ^^’ [gambar : haidarbagir.com]

Iklan

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s