[review] Death in the Clouds : a Hercule Poirot Mystery

Death in the Clouds  : a Hercule Poirot Mystery

Penulis     : Agatha Cristire, penerjemah : Windrati Selby
Genre        : Thriller-Crime
Penerbit   : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan    : 7, November 2013
Halaman  : 328 hlm
ISBN           : 978-979-22-2889-2

Novel ini berkisah tentang kasus pembunuhan yang terjadi di dalam pesawat Prometheus yang sedang meluncur menuju Croydon. Madame Giselle telah ditemukan tidak bernyawa oleh seorang pramugara sesaat setelah ia memberikan rekening pada wanita yang duduk di barisan paling depan itu. Hercule Poirot yang berada dalam perjalanan tersebut, dengan analisisnya yang tajam mengamati seluruh penumpang, membuat spekulasi-spekulasi tentang siapa yang paling memungkinkan untuk membunuh Madame Giselle. Ditemukannya bekas gigitan di leher belakang Madame Giselle dan lebah palsu yang ujungnya dilumuri oleh racun membuktikan bahwa pembunuhnya sangat cerdik, Poirot tertarik pada kasus ini. Setelah pesawat mendarat penyelidikan pun dimulai.

Sejumlah nama yang menjadi penumpang pesawat Prometheus itu ditanyai dalam sidang pemeriksaan. Dua pramugara yang sedang bertugas waktu itu; Roger Bryant yang seorang dokter spesialis; Lady Horbry dan Venetia Kerr yang merupakan wanita bangsawan; James Ryder yang seorang pebisnis; Norman Gale yang seorang dokter gigi; Miss Jane Grey, seorang penata rambut; Mr Clancy yang seorang penulis cerita detektif; dan 2 orang arkeolog Armand dan Jean Dupont, termasuk Poirot sendiri memberikan kesaksiannya. Berdasarkan kondisi dan tempat pembunuhan, Poirot mengambil kesimpulan bahwa sang pembunuh mestilah salah satu dari penumpang pesawat tersebut.  Sedang setelah meneliti kesaksian para penumpang, Poirot bersama Inspektur Japp mencurigai beberapa nama. Dan penelusuran lebih lanjut pun dilakukan.

Hyaa…ini adalah novel Agatha Cristie pertama yang saya baca. Ceritanya menarik, mendebarkan dan pembaca ikut berpikir tentang siapa pelaku kejahatan dalam cerita ini. Sangat telat memang saya baru membaca salah satu karyanya 🙄 Saya juga membaca Sherlock Holmes setelah menonton seri maupun filmnya, payah. Meski sudah lama tahu bahwa ada novel dengan jenis seperti ini, saya justru baru tertarik sekarang he he 😆

Sebagaimana cerita detektif, kasus pembunuhan dalam novel ini dijabarkan secara perlahan, mendata, menyelidiki, dan membuat kesimpulan tentang nama-nama terduga pelaku kejahatan. Dan setelah melalui serangkaian proses analisis, cerita, yang dibawa oleh Poirot, menuju titik terang dimana kecurigaan terduga pelaku kejahatan menyempit pada beberapa nama. Namun asumsi dan pekiraan motif pelaku belum jelas sehingga sampai bagian akhir cerita, Poirot masih melakukan penyelidikan dengan membentuk hubungan-hubungan yang mungkin tentang si terduga pelaku kejahatan denan Madame Giselle.

Dengan beberapa trik kecil untuk menjebak terduga pelaku itu, Poirot mengadakan pertemuan dengan beberapa nama yang masih mengganjal di pikirannya. Membeberkan beberapa fakta dan kaitan-kaitan yang mungkin hingga akhirnya tuduhan itu tertuju pada satu orang. Dan sialnya, si tertuduh itu secara tak sengaja mengakui kesalahannya, hingga benarlah teori dan analisa Poirot tentang pembunuhan Madame Giselle itu. Tadaam! Kasus berhasil dipecahkan :mrgreen: Saya rasa saya tidak perlu merekomendasikan buku ini kepada semuanya, karena sayalah yang memang telat membantai karya Agatha Cristie ini 😛

Iklan

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s