[review] The Road to Persia : Menelusuri Keindahan Iran yang Belum Terungkap

The Road to Persia

Penulis      :  Afifah Ahmad
Genre        : Populer/Traveling-Culture
Penerbit    : Penerbit Bunyan
Cetakan     : I Februari 2013
Halaman    : 222 hlm
ISBN           : 978-602-7888-07-4

“Katalog pariwisata bergaya puitis”, itulah sekiranya kesan yang saya dapat dari buku The Road to Persia, Menelusuri Keindahan Iran yang Belum Terungkap. Tak hanya sekedar catatan perjalanan biasa namun mampu menggugah jiwa dan menyentuh relung hati terdalam. Kisah perjalanan yang memuat warna warni eksotisme negeri Persia sekaligus mereguk makna dibalik sejarah, pesona alam dan budaya Iran, terangkum dalam kalimat-kalimat syair nan penuh refleksi.

Adalah Afifah Ahmad , penulis sekaligus pecinta travelling dan fotografi ini secara apik dan kontemplatif menceritakan kembali peninggalan-peninggalan bersejarah dan beberapa penggalan kisah yang unik dan ringan dalam buku travelogue-nya ini. Dapat disandingkan dengan karangan Dina Y. Sulaeman yang juga mengangkat tema Iran dalam bukunya “Pelangi di Persia : Menyusuri Eksotisme Iran”, namun Afifah Ahmad menyajikan narasi perjalanannya dalam kemasan sastra sehingga buku ini memiliki keunikan tersendiri.

Bahwa bukan rahasia umum lagi, Iran, sebuah negara di Teluk Persia ini, sejak dulu telah menjadi tujuan wisata Internasional dan mengundang hasrat para pelancong dunia untuk segera menjejakan kakinya disana. Ada banyak hal yang dapat dinikmati dari berbagai kota di Iran seperti keindahan Meydan Emam, puing-puing reruntuhan Persepolis di Shiraz, Mausoleum para penyair, keunikan rumah-rumah klasik dan pedalaman sampai desa-desa Iran nan asri dengan lanskap yang mempesona.

Salah satu kota yang diceritakan penulis yaitu Isfahan. Kota paling berperadaban sejak Dinasti Safavi yang dijuluki sebagai Naqsh-e Jahan atau pola dunia, karena keindahan dan kemegahan taman-tamannya juga beberapa bangunan peninggalan hasil peradaban Islam yang ditinggalkan oleh penguasa terdahulu. Peninggalan yang paling mendunia di Iran yaitu Persepolis. Bangunan yang sebagian besar telah berubah menjadi reruntuhan itu, sejak tahun 1979 telah menjadi situs warisan dunia UNESCO. Istana Persepolis ini dibangun oleh Raja Cyrus, pendiri Dinasti Achaemenid sekaligus raja Persia Lama yang paling dibanggakan masyarakat Iran.

Hal yang paling tidak bisa dipisahkan dari tradisi masyarakat Persia adalah Puisi. Hampir setiap rumah di Iran menyimpan Divan Hafiz, salah satu buku puisi. Selain itu, dapat ditemukan jalan-jalan utama yang menggunakan nama Saadi, Hafiz, Rumi, Attar, Khayyam, dan lainnya. Mereka dihargai layaknya pahlawan nasional bahkan makamnya dijadikan Mausoleum yang di dalamnya terdapat taman, perpustakaan, pusat riset dan ada juga beberapa ruangan yang biasa digunakan untuk diskusi puisi atau kelas sastra.

Meskipun buku ini merupakan catatan perjalanan penulis namun juga sebagai himpunan pengalaman yang sarat dengan pesan-pesan spiritual dan kajiannya terhadap negara Iran. Afifah yang telah menempuh pendidikan jurusan Budaya dan Pemikiran Islam selama empat tahun di Iran, setelah lulus, ia tetap tinggal disana lantaran suaminya mendapatkan tawaran bekerja di kantor berita IRIB (Islamic Republic of Iran Broadcasting). Tentu saja hal ini menjadikannya menguasai dengan baik bahasa Persia. Selama tinggal di Iran, ia melihat keindahan sejarah Iran yang menurutnya harus dibukukan.

Kajiannya terhadap sejarah dan budaya masyarakat Iran menjadikan setiap tulisannya penuh makna. Afifah menulis secara objektif namun mendalam, tak jarang juga dalam tulisannya secara blak-blakan menceritakan pedagang-pedagang karpet Iran yang harga kaerpetnya sangat mahal dan tak bisa ditawar ketika mengunjungi Pasar di Isfahan, juga berdesakan saat mengikuti do’a bersama ketika akhir Ramadhan di Mesjid Jamkaran. Setelah membaca buku ini, tak sekedar informasi situs-situs wisata biasa yang kita dapat, namun kita juga diajak untuk berselancar lebih jauh mereguk segenggam pesan yang terefleksikan baik dalam bangunan-bangunan bersejarah maupun pesona alam Persia dan warna-warni budaya masyarakatnya. Bisa jadi, Anda tertarik untuk mengunjungi Iran suatu hari nanti.

Hyaa… akhirnya selesai juga review yang cukup serius ini. Review-serius yang coba saya submit di lomba resensi kampus dan gagal 😦 Tonikaku, untuk buku ini saya kasih 2 pacco deh [gambar : goodreads.com]

Iklan

One thought on “[review] The Road to Persia : Menelusuri Keindahan Iran yang Belum Terungkap

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s