[review] THE CHRONICLES OF GHAZI : The Clash Of Cross And Crescent

Review buku THE CHRONICLES OF GHAZI : The Clash Of Cross And Crescent

Penulis     : Sayf Muhammad Isa dan Felix Y. Siauw
Genre        : Populer/Fiksi Sejarah-ISLAM
Penerbit   : Al Fatih Press
Cetakan    : I November 2014
Halaman  : 363 hlm
ISBN          : 978-602-17997-7-2

Ini dia serial Ghazi ke-2 dengan cover hijaunya yang elegan! Setelah petantang-petenteng dengan buku di tangan di depan teman penimbun buku lain yang kebetulan berkunjung ke kos, ia pun mulai tergoda dengan kelanjutan kisah Ghazi seri pertama yang bukunya sempat ia pinjamkan ke saya. Namun, berhubung ia lebih tertarik dengan novel teranyar Habbiburahman, kami pun sepakat, untuk  kesempatan liburan ini, saya baca Ghazi dulu, dia baca Api Tauhid dulu, nanti gantian. (Kebetulan kedua  buku itu dibeli dalam waktu bersamaan, jadi belum sempat dibaca) Ha ha… tapi senangnya bisa berbagi bacaan 😀

Saya cukup bingung untuk mereview isi cerita buku ini. Ada begitu banyak tokoh, nama tempat dan istilah-istilah yang agak sulit diucapkan bagi lidah saya sehingga kadang ketika salah satu dari nama-nama itu disebut saya skip membacanya. Banyaknya pergantian latar di satu subjudul membuat saya senantiasa mengernyitkan kening, ini bagian cerita yang mana?

Tapi kabar bagusnya, gaya bahasa yang digunakan begitu mudah dipahami. Diksi-diksi yang disematkan di beberapa kesempatan tidak membuat penyampaian ceritanya terlihat norak justru terkesan elegan. Tapi memang saat membaca butuh konsentrasi yang cukup mendalam karena nama-nama yang ada di dalam cerita sulit diingat sehingga proses saling mengaitkan antar peristiwa yang satu dengan yang lain, bagi saya yang lemot, sangat penting.

  1. Cerita Ghazi ke-2 ini sendiri bagi saya seperti runtutan kejadian yang bagusnya tersaji secara apik. Barangkali saya hanya bingung dengan penyajian pergantian latarnya yang cepat. Beginilah kurang lebih storyline-nya :
  2. Kekalahan pasukan Kristendom (diantaranya Pasukan Burgundia, Hungaria dan Wallachia) dalam serangan terakhirnya melawan pasukan Utsmani sehingga menyisakan dendam yang mendalam
  3. Sigismund, Raja Hungaria, memperisteri Barbara dari Celje untuk membentuk aliansi dengan kerajaan lain dan karena alasan Barbara memiliki jaringan informasi rahasia yang sangat luas dan kuat. Hal ini akan mmebantunya untuk mengalahkan Utsmani
  4. Kelahiran Vlad Dracula (Vlad III) dan tragedi pembunuhan rombongan keluarga bangsawan Wallachia hingga menyisakan Vlad dan Alexandru.
  5. Kelahiran Mehmed, putra ketiga Sultan Murad II yang kelak menjadi penakluk Konstatinopel
  6. Kelahiran Radu, adik Vlad Dracula dari ibu yang berbeda
  7. Perkembangan Vlad Dracula sebagai sosok psikopat akibat didikan ayahnya yang mengaharuskan ia berbuat tak kenal ampun pada musuh. Setelah menghadiri eksekusi, Vlad Dracula yang awalnya ngeri mulai terbiasa
  8. Ramalan tentang bencana atas kelahiran Vlad Dracula bahkan sebelum ibunya menikah dengan Vlad II
  9. Perseteruan dua klan : Draculesti dan Danesti tentang siapa penguasa Wallachia
  10. Pengkhianatan Raja Hungaria terhadap klan Draculesti yang menyebabkan Vlad II terpaksa meminta bantuan dari pasukan Utsmani untuk merebut kembali tanah kekuasaanya di Wallachia dengan menjaminkan kedua anaknya (Vlad Dracula dan Radu) di akademi militer Utsmani. Pertama Vlad II dibantu pasukan Utsmani berhasil merebut Wallachia, namun akhirnya klan Danesti dan didukung oleh pasukan Hungaria dapat merebut kembali Wallachia. Vlad II terbunuh.
  11. Pembunuhan terhadap anak-anak Sultan yang dilakukan oleh kelompok rahasia yang dipimpin oleh Raja Hungaria
  12. Mehmed semakin optimis dengan cita-citanya untuk menaklukan Konstatinopel setelah kematian kakak-kakaknya, Ahmed dan Ali
  13. Kehidupan Mehmed dan Vlad Dracula dan Radu di istana Utsmani.

Begitulah kira-kira garis besar cerita ini dengan diakhiri oleh adegan yang merupakan cerita pembuka dari buku Ghazi seri pertama, yaitu ketika Vlad Dracula menyula kucing kesayangan adiknya, Radu dan Mehmed marah padanya. Sebagaimana ilustrasi cover buku ini. Saya sempat kaget saat membelinya, kok gambarnya sate kucing?

Tapi ada rasa kecewa di hati saya ketika habis membaca Ghazi seri ke-2 ini. Ekspektasi saya tentang pertarungan antara Mehmed dengan Vlad Dracula yang makin memanas tak terjawab di buku ini. Malah akhirnya begitu gantung dengan memberi ending yang sama di cerita pembuka buku pertamanya. Alamak!! Harus nunggu seri ketiganya :mrgreen: [gambar : felixsiauw.com]

Iklan

Berkomentarlah !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s